Soerjanto menekankan bahwa pengawasan operasional pelabuhan serta dokumen teknis pelayaran tidak boleh hanya formalitas administratif.
Seluruh temuan investigasi akan dikompilasikan menjadi rekomendasi sistemik untuk mencegah tragedi semacam KMP Tunu Pratama Jaya kembali terjadi.
Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 31 Selamat, 6 Tewas, 28 Masih Dicari
Data terakhir mencatat total penumpang dan kru KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 65 orang dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 31 orang berhasil ditemukan selamat, beberapa di antaranya menggunakan jaket pelampung maupun sekoci.
Sementara itu, enam jenazah telah ditemukan, termasuk seorang balita berusia tiga tahun yang turut menjadi korban.
Masih ada 28 orang lainnya yang belum ditemukan hingga Jumat siang (4 Juli 2025), dan operasi terus dilanjutkan tanpa henti.
Proses identifikasi korban dan pencocokan manifes dengan temuan lapangan terus dilakukan oleh tim forensik dan Posko SAR gabungan.
Sejumlah keluarga korban berkumpul di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk untuk mencari kabar tentang kerabat mereka yang belum ditemukan.
Banyak dari mereka menyatakan kekhawatiran karena tidak semua penumpang menggunakan alat keselamatan ketika kapal tenggelam.
Relawan dan tenaga pendamping trauma pun telah dikerahkan untuk membantu keluarga korban menghadapi kondisi psikologis berat.
Kapolres Jembrana menyebut bahwa prioritas utama tetap pada evakuasi, pencarian, dan pendampingan kepada pihak keluarga.
Sampai saat ini, KMP Tunu Pratama Jaya masih menjadi titik fokus investigasi dan upaya pencarian berskala nasional di Selat Bali.
Penutup
Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi peringatan keras atas pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran.
Dari minimnya sekoci aktif hingga tidak adanya sinyal beacon saat kejadian, tragedi ini menyiratkan celah besar yang tidak boleh terulang.
Dengan kerja keras tim SAR gabungan serta pengawasan ketat dari KNKT, diharapkan seluruh korban dapat ditemukan dan penyebab pasti bisa diungkap.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta pelajaran penting bagi dunia pelayaran Indonesia ke depan.
KMP Tunu Pratama Jaya kini bukan hanya nama kapal, tapi simbol dari upaya kolektif penyelamatan, penyelidikan, dan perbaikan regulasi transportasi laut.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






