Kolaborasi budaya dan musik modern kembali mencuri perhatian publik, kali ini datang dari acara pelepasan siswa di SMPN 3 Muncar, Banyuwangi.
Perpaduan unik antara seni tari tradisional Gandrung dengan musik rock menciptakan pertunjukan yang memikat hati ribuan warganet di media sosial.
Aksi ini tidak hanya menunjukkan kreativitas siswa dan guru, tetapi juga menjadi representasi dari upaya pelestarian budaya lokal yang relevan dengan generasi masa kini.
Acara pelepasan siswa di SMPN 3 Muncar tahun ini menyita perhatian karena menyuguhkan konsep yang sangat berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep Unik Pelepasan Siswa SMPN 3 Muncar yang Viral

Sebuah video berdurasi dua menit yang memperlihatkan kemeriahan acara tersebut menjadi viral di TikTok setelah diunggah oleh akun @ikediansusanti4, yang merupakan guru di sekolah tersebut.
Dalam tayangan tersebut, penampilan siswa yang mengenakan kostum Gandrung tampil anggun diiringi musik pembuka dari band rock ternama, KOTAK, menciptakan atmosfer seperti konser musik off air profesional.
Acara pelepasan siswa SMPN 3 Muncar mengangkat tema kolaborasi seni sebagai bentuk penguatan identitas lokal yang dikemas dalam gaya kekinian.
Bu Ike Dian Susanti, guru sekaligus penggagas ide ini, mengungkapkan bahwa pemilihan konsep tersebut merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter yang menyatu dengan pelestarian budaya.
Ia menambahkan bahwa Gandrung bukan hanya seni pertunjukan semata, namun simbol dari semangat masyarakat Banyuwangi.
Dalam pertunjukan itu, seorang siswi kelas 7 menjadi ikon utama yang mengenakan kostum Gandrung lengkap, meski terdapat siswa kelas 9 yang sebelumnya menjadi juara tari tingkat kabupaten.
Hal ini, menurut Bu Ike, dilakukan demi memberikan kesempatan merata dan menanamkan nilai-nilai adil serta gotong royong di kalangan siswa. Keputusan ini pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat dan rekan guru lain.
Daya tarik penampilan SMPN 3 Muncar makin kuat karena diiringi musik dari KOTAK yang dikenal dengan gaya energik dan penuh semangat.
Pembukaan acara menggunakan iringan sinden Mbah Temu Mistis yang kemudian dipadu dengan intro khas KOTAK, membangun suasana meriah dan membakar semangat para peserta.
Respon Positif dari Publik dan Personel KOTAK
Video acara pelepasan siswa SMPN 3 Muncar tersebut mendapat respons luar biasa, tidak hanya dari masyarakat umum, tetapi juga dari personel band KOTAK sendiri.
Gitaris Mario Marcella atau Cella memberikan komentar langsung yang mengungkapkan kekagumannya terhadap kreativitas siswa dan guru dalam menyajikan pertunjukan.
Tak ketinggalan, vokalis Tantri Syalindri juga mengungkapkan apresiasinya atas konsep mashup antara musik band dan seni Gandrung.
Pujian demi pujian terus mengalir di kolom komentar, di mana banyak warganet menyebut acara pelepasan siswa SMPN 3 Muncar sebagai contoh pendidikan berbasis budaya yang patut ditiru.
Mereka menilai bahwa pertunjukan ini berhasil menunjukkan bahwa seni daerah bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan makna aslinya.
Respons positif ini menunjukkan bahwa inisiatif dari SMPN 3 Muncar membuka cakrawala baru dalam dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar secara akademik, tetapi juga laboratorium kreativitas budaya.
Penguatan Identitas Daerah Lewat Acara Sekolah
SMPN 3 Muncar memang dikenal aktif dalam bidang seni budaya, terutama dalam mempertahankan identitas lokal khas Banyuwangi.
Gandrung yang merupakan simbol keanggunan dan ketangguhan perempuan Osing dijadikan sebagai maskot dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk dalam momen penting seperti pelepasan siswa.
Dengan mengusung tema budaya daerah dalam acara perpisahan, SMPN 3 Muncar sekaligus mendidik siswanya untuk mencintai dan melestarikan kekayaan lokal.
Dalam era globalisasi ini, langkah seperti ini dinilai sangat strategis dalam menjaga eksistensi budaya tradisional yang rentan tergeser oleh budaya populer asing.
Kepala sekolah SMPN 3 Muncar juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk karakter siswa yang unggul, kreatif, dan mencintai budaya bangsa.
Inspirasi Bagi Sekolah Lain di Indonesia
Kreativitas yang ditunjukkan oleh SMPN 3 Muncar melalui acara pelepasan siswa ini menjadi inspirasi besar bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, pendekatan berbasis budaya bisa menjadi solusi untuk membangun karakter dan identitas siswa sejak dini.
Berbagai pihak berharap agar konsep semacam ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan.
Tidak hanya sebagai bentuk hiburan semata, tapi juga sebagai sarana edukatif dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
SMPN 3 Muncar telah memberikan contoh nyata bahwa pendidikan yang berakar dari budaya lokal dapat menjadi sangat relevan dan berdaya saing.
Tak heran, acara pelepasan siswa SMPN 3 Muncar tidak hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan berbasis budaya di Indonesia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






