Konflik Lahan Lingga: Warga Tuntut Kejelasan HGU PT CSA

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik Lahan Lingga: Warga Tuntut Kejelasan HGU PT CSA

Konflik Lahan Lingga: Warga Tuntut Kejelasan HGU PT CSA

Redaksiku.com – Puluhan warga dari Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara mendatangi Kantor Agraria dan Tata Ruang pada Badan Pertanahan Nasional di Kabupaten Lingga pada Kamis (3/9/2026) untuk mempertanyakan polemik lahan yang melibatkan PT Citra Sugi Aditya. Kedatangan masyarakat ini bertujuan untuk meminta kejelasan mengenai titik koordinat Hak Guna Usaha serta status lahan plasma yang selama ini memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Aksi mendatangi kantor pertanahan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya yang digelar di Kantor Bupati Lingga pada pekan lalu. Dalam pertemuan terdahulu, pemerintah daerah sempat menjanjikan adanya agenda lanjutan guna membahas berbagai persoalan agraria bersama pihak terkait.

Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, warga mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi ihwal penundaan maupun pembatalan pertemuan tersebut. Salah seorang perwakilan warga Desa Teluk, Kamrani Susanto, mengungkapkan bahwa salah satu tujuan utama kedatangan mereka adalah memastikan kejelasan penerbitan Sertifikat Hak Milik untuk lahan plasma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik Lahan Lingga: Warga Tuntut Kejelasan HGU PT CSA

“Sebagian masyarakat di wilayah kami belum pernah memegang atau pun melihat secara langsung SHM lahan plasma yang katanya sudah diterbitkan. Karena itu kami datang ke sini untuk memastikan apakah sertifikat tersebut benar sudah terbit atau belum,” ujar Kamrani.

Polemik lahan di Kabupaten Lingga terus mencuat akibat minimnya transparansi terkait batas koordinat HGU dan status kepemilikan lahan plasma warga.

Tuntutan Transparansi Batas HGU PT Citra Sugi Aditya

Ketua Koordinator Aliansi Peduli Masyarakat sekaligus Ketua Himpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga, Zuhardi, menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak memberikan respons terbuka atas aspirasi warga. Ketika massa mendatangi Kantor Bupati Lingga, tidak ada satupun perwakilan pejabat yang menyambut kedatangan mereka.

“Kami tidak menerima surat penundaan ataupun pembatalan audiensi dari Pemerintah Daerah. Karena itu masyarakat datang ke Kantor Bupati Lingga, namun tidak ada satu pun yang menyambut, sehingga kami melanjutkan ke ATR-BPN untuk meminta kejelasan terkait patok dan titik koordinat HGU perusahaan,” tegas Zuhardi.

Zuhardi menilai alasan pemerintah daerah yang kerap menyebutkan bahwa perizinan diterbitkan langsung oleh pemerintah pusat tidak boleh dijadikan tameng untuk mengabaikan persoalan di tingkat daerah. Menurutnya, rekomendasi lokal tetap memegang peranan penting dalam proses penerbitan izin pemanfaatan ruang.

Aliansi mendesak agar instansi pertanahan dan pihak perusahaan membuka data dokumen HGU secara transparan kepada publik. Keterbukaan informasi ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya tumpang tindih antara wilayah konsesi korporasi dan tanah garapan warga yang telah dikuasai turun-temurun.

Sikap Terhadap Investasi dan Keberlangsungan Hak Warga

Meskipun menuntut kejelasan hukum dan ketegasan pengawasan, pihak aliansi menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah menolak kehadiran investor yang masuk ke daerah. Investasi tetap disambut baik selama dijalankan dengan mematuhi aturan perundang-undangan dan menghormati hak asasi masyarakat lokal.

“Meski memiliki HGU atau PKKPR, bukan berarti perusahaan memiliki hak mutlak untuk menguasai atau menggarap lahan masyarakat. Harus ada musyawarah dan kesepakatan yang adil dengan pemilik lahan,” tambahnya.

Pemerintah pusat dan instansi berwenang diminta segera turun tangan menyelesaikan sengketa perizinan guna menghindari eskalasi konflik horizontal di daerah.

Apabila persoalan batas wilayah dan hak plasma ini tidak kunjung mendapatkan penyelesaian yang adil di tingkat daerah, aliansi berencana membawa temuan tersebut ke kementerian terkait di tingkat nasional. Pengawalan ketat akan terus dilakukan demi memastikan hak-hak masyarakat Lingga terlindungi secara hukum.

Pertanyaan Umum

Apa yang menjadi inti permasalahan lahan di Kabupaten Lingga?

Permasalahan utama berkisar pada ketidakjelasan titik koordinat Hak Guna Usaha serta kepastian hukum penerbitan Sertifikat Hak Milik untuk lahan plasma warga yang melibatkan perusahaan perkebunan.

Mengapa warga mendatangi Kantor ATR-BPN Kabupaten Lingga?

Warga mendatangi kantor pertanahan setelah agenda audiensi lanjutan dengan pemerintah daerah tidak mendapatkan kepastian serta tidak adanya transparansi data dokumen perizinan perusahaan.

Bagaimana sikap masyarakat terhadap keberadaan perusahaan di wilayah mereka?

Masyarakat pada prinsipnya mendukung investasi yang masuk asalkan perusahaan menghormati hak atas tanah warga, menjalankan kewajiban plasma secara adil, serta mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ringkasan

Warga Lingga mendatangi ATR-BPN menuntut kejelasan titik koordinat HGU PT CSA dan status Sertifikat Hak Milik lahan plasma yang belum transparan.

Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-30 Kabupaten Mimika Tetap Meriah Meski Dilanda Kabut Asap
Sosok Pria dalam Video Call dengan Ruben Onsu Beri Klarifikasi
Penjelasan Pria yang Video Call dengan Ruben Onsu Soal Tuduhan Fitnah
Tanggapan Mahfud MD soal Peran Prabowo dalam Kasus Ijazah Gibran
Enesis Group Raih Top Halal Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen
Inflasi Naik ke 3,28 Persen, Mendagri Minta Pemda Jaga Harga
Wu Jin Yan dan Deng Kai Bintangi Drama Sejarah Legally Ladies
Universitas BPD Wisuda Ratusan Lulusan untuk Persaingan Global

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Sosok Pria dalam Video Call dengan Ruben Onsu Beri Klarifikasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Penjelasan Pria yang Video Call dengan Ruben Onsu Soal Tuduhan Fitnah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Tanggapan Mahfud MD soal Peran Prabowo dalam Kasus Ijazah Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Enesis Group Raih Top Halal Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Inflasi Naik ke 3,28 Persen, Mendagri Minta Pemda Jaga Harga

Berita Terbaru

Komite Festival Film Indonesia mengumumkan daftar lengkap nominasi Piala Citra untuk ajang FFI 2026.

Life Style

Daftar Nominasi Piala Citra 2026 dan Persaingan Edwin-Joko Anwar

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:02 WIB

Bambu Lab A2L hadir sebagai printer 3D format besar untuk kreator dan pelaku usaha cetak.

Printer

Bambu Lab A2L: Printer 3D Format Besar Harga 9 Jutaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:59 WIB

Kuasa hukum Sarwendah secara tegas menepis spekulasi miring mengenai video call kliennya.

Seleb

Tanggapan Kuasa Hukum Sarwendah Soal Video Call Ruben Onsu

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:53 WIB

error: Content is protected !!