Redaksiku.com – Kerusuhan kembali mewarnai suasana Jakarta Timur. Kali ini, massa yang tidak puas melakukan penyerangan ke Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat malam (29/8/2025) hingga menimbulkan kerusakan cukup besar.
Bukan hanya lemparan batu, massa juga melepaskan molotov serta petasan yang membuat situasi semakin panas.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengonfirmasi bahwa akibat serangan tersebut tujuh kendaraan di sekitar halaman Mapolres terbakar. Namun, ia memastikan api tidak sampai merambat ke gedung utama kepolisian.
Rangkaian Kendaraan yang Jadi Korban Amukan Massa
Menurut penjelasan Kapolres, kendaraan yang ludes dilalap api terdiri dari berbagai jenis. Ada dua unit truk, satu mobil ambulans, satu mobil pick-up Kijang, satu minibus elf, dan dua unit mobil double cabin. Api sempat menjalar cukup besar, tapi akhirnya berhasil dipadamkan dengan bantuan petugas pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Total ada tujuh mobil yang terbakar, tapi gedung Polres berhasil diamankan. Api tidak merembet lebih jauh, jelas Alfian.
Upaya Kepolisian Meredam Situasi
Di tengah situasi ricuh itu, polisi bergerak cepat untuk mengendalikan keadaan. Setidaknya satu orang berhasil diamankan yang diduga sebagai bagian dari kelompok penyerang. Proses pemadaman api pun dilakukan berkali-kali karena massa terus melancarkan serangan dengan molotov serta petasan.
Molotov dilempar berkali-kali, jumlahnya hampir seratus botol. Ditambah lagi lemparan batu dan petasan, jadi api terus muncul meski sudah dipadamkan, ungkap Alfian.
Bukan Hanya Polres, Lima Polsek Juga Jadi Sasaran
Ternyata, serangan massa tak hanya berhenti di Mapolres Jakarta Timur. Setidaknya ada lima kantor Polsek di wilayah tersebut yang ikut menjadi target, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung. Hal ini menunjukkan bahwa aksi massa berlangsung cukup terorganisir dan menyasar aparat kepolisian di beberapa titik sekaligus.
Situasi di sekitar kantor-kantor polisi pun terpantau tegang, dengan penjagaan ekstra ketat untuk mencegah kerusuhan semakin meluas.
Suasana Mencekam di Lokasi Kejadian
Warga yang berada di sekitar Polres Jaktim mengaku suasana malam itu benar-benar mencekam. Ledakan petasan dan lemparan molotov membuat suasana semakin tidak kondusif. Jalanan dipenuhi asap tebal dari kendaraan yang terbakar.
Beberapa warga memilih mengungsi sementara menjauh dari lokasi, sementara sebagian lainnya hanya bisa menonton dari kejauhan sambil merekam situasi dengan ponsel mereka.
Reaksi Publik dan Tuntutan Keamanan
Kejadian ini langsung menuai reaksi dari masyarakat luas. Banyak pihak meminta aparat lebih siaga dalam menghadapi gelombang aksi massa yang kerap berujung anarkis. Bagi warga, kejadian seperti ini tidak hanya mengganggu keamanan, tapi juga menimbulkan rasa takut berlebih.
Kalau terus-terusan kayak gini, kita sebagai masyarakat jadi was-was. Jangan sampai rumah atau lingkungan sekitar ikut kena imbasnya, ujar seorang warga sekitar Polres Jaktim.
Potret Kerusuhan di Tengah Kota
Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa kerusuhan yang melibatkan massa di ibu kota. Lemparan molotov, bakar-membakar, serta serangan ke fasilitas umum dan aparat seolah menjadi pola yang berulang. Padahal, kepolisian sudah berusaha melakukan langkah antisipasi.
Beberapa pengamat menilai, aksi massa yang berujung anarkis justru merugikan masyarakat sendiri. Selain membuat fasilitas umum rusak, juga menimbulkan ketidaknyamanan hingga trauma sosial bagi warga sekitar.
Seruan Damai dan Langkah Selanjutnya
Kapolres Jaktim mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan memperketat penjagaan di titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang.
Yang jelas kami tidak akan tinggal diam. Proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan. Kami juga berharap masyarakat tidak terprovokasi isu yang berkembang di luar, tegas Alfian.
Sementara itu, sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah dan aparat untuk membuka ruang dialog agar aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan cara damai, bukan lewat kekerasan.
Harapan untuk Keamanan Kota
Warga Jakarta Timur kini berharap agar situasi segera pulih. Mereka ingin aktivitas bisa kembali normal tanpa dihantui rasa takut akibat aksi anarkis massa. Keamanan dan ketertiban menjadi hal yang paling diharapkan, apalagi insiden ini sudah mengorbankan banyak fasilitas dan memicu keresahan.
Kejadian pembakaran tujuh kendaraan di Polres Jaktim sekaligus penyerangan ke lima Polsek lainnya jadi peringatan keras bahwa gesekan antara aparat dan massa bisa terjadi kapan saja. Karena itu, langkah pencegahan, pendekatan persuasif, dan keterbukaan komunikasi dengan masyarakat sangat dibutuhkan ke depannya.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






