Kapan bisa memulai puasa Syawal dan tanggal berapa? Inilah Bacaan Niat Puasa Setelah Idul Fitri

- Penulis

Rabu, 10 April 2024 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapan bisa memulai puasa Syawal dan tanggal berapa? Inilah Bacaan Niat Puasa Setelah Idul Fitri

Kapan bisa memulai puasa Syawal dan tanggal berapa? Inilah Bacaan Niat Puasa Setelah Idul Fitri

Redaksiku.com – Berpuasa di bulan Syawal merupakan salah satu amalan yang terlalu dianjurkan. Lantas, kapan puasa Syawal dilaksanakan?

Seperti namanya, puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilaksanakan terhadap bulan Syawal, yang merupakan bulan sesudah Ramadhan. Puasa ini idealnya dilaksanakan sebanyak enam hari secara berturut-turut.

Untuk memahami kapan tepatnya puasa Syawal dilaksanakan, selanjutnya jadwal pelaksanaan puasa Syawal lengkap bersama dengan niat sampai keutamaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KAPAN BISA MEMULAI PUASA SYAWAL DAN TANGGAL BERAPA? INILAH BACAAN NIAT PUASA SETELAH IDUL FITRI
Kapan bisa memulai puasa Syawal dan tanggal berapa? Inilah Bacaan Niat Puasa Setelah Idul Fitri

Kapan Puasa Syawal Dilaksanakan?
Dikutip dari laman NU Online, idealnya puasa Syawal dilaksanakan tepat sesudah Hari Raya Idul Fitri, yakni terhadap tanggal 2-7 Syawal. Apabila dikonversi ke dalam kalender Masehi, tanggal 2-7 Syawal 1445 H jatuh terhadap Kamis, 11 April sampai Selasa, 16 April 2024.

Berikut jadwal lengkap, 2-7 Syawal 1445 H:

2 Syawal 1445 H: Kamis, 11 April 2024
3 Syawal 1445 H: Jumat, 12 April 2024
4 Syawal 1445 H: Sabtu, 13 April 2024
5 Syawal 1445 H: Minggu, 14 April 2024
6 Syawal 1445 H: Senin, 15 April 2024
7 Syawal 1445 H: Selasa, 16 April 2024

Meskipun begitu, puasa ini tetap sanggup dilaksanakan di hari-hari lain selama bulan Syawal. Puasa Syawal terhitung sanggup dilaksanakan walau tidak secara berturut-turut selama enam hari dan tetap akan memperoleh keutamaan puasa Syawal seakan berpuasa setahun penuh.

Hal itu diterangkan dalam sebuah hadits sebagaimana dikutip dari buku 10 Catatan perihal Puasa Syawal, Abu Ayyub radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Artinya: “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, lantas diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun.” (HR. Ahmad dan Muslim no 1164)

Puasa Qadha di Bulan Syawal
Masih dari laman NU Online, terhitung dikatakan bahwa orang yang mengganti puasa Ramadhan atau mencukupi nadzar puasanya di bulan Syawal terhitung akan memperoleh keutamaan mirip bersama dengan yang mobilisasi puasa sunnah Syawal.

Syekh Ibrahim Al-Baijuri mengatakan bahwa,

وإن لم يصم رمضان كما نبه عليه بعض المتأخرين والظاهر كما قاله بعضهم حصول السنة بصومها عن قضاء أو نذر

Artinya: “Puasa Syawal tetap disarankan walau seseorang tidak berpuasa Ramadhan-seperti diingatkan beberapa ulama muta’akhirin-. Tetapi yang jelas-seperti dikatakan beberapa ulama-seseorang mendapat keutamaan sunnah puasa Syawal bersama dengan langkah laksanakan puasa qadha atau puasa nadzar (di bulan Syawal),” (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ‘alâ Syarhil ‘Allâmah Ibni Qasim, Darul Fikr, Juz I, Halaman 214).

Niat Puasa Syawal
Seperti pelaksanaan puasa sunnah lainnya, bagi seseorang yang idamkan laksanakan puasa Syawal terhitung wajib untuk berniat terhadap malam harinya. Berikut niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.

Adapun bagi seseorang yang tidak sempat berniat terhadap malam harinya, diperbolehkan baginya berniat terhadap siang hari. Dengan catatan, ia belum makan, minum dan laksanakan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut niat puasa Syawal siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.

Jadwal Bulan Syawal 2024
Untuk memudahkan detikers dalam laksanakan puasa Syawal, selanjutnya ini jadwal bulan Syawal terkecuali dikonversi ke dalam kalender Masehi berdasarkan Kalender Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI:

1 Syawal 1445 H: Rabu, 10 April 2024
2 Syawal 1445 H: Kamis, 11 April 2024
3 Syawal 1445 H: Jumat, 12 April 2024
4 Syawal 1445 H: Sabtu, 13 April 2024
5 Syawal 1445 H: Minggu, 14 April 2024
6 Syawal 1445 H: Senin, 15 April 2024
7 Syawal 1445 H: Selasa, 16 April 2024
8 Syawal 1445 H: Rabu, 17 April 2024
9 Syawal 1445 H: Kamis, 18 April 2024
10 Syawal 1445 H: Jumat, 19 April 2024
11 Syawal 1445 H: Sabtu, 20 April 2024
12 Syawal 1445 H: Minggu, 21 April 2024
13 Syawal 1445 H: Senin, 22 April 2024
14 Syawal 1445 H: Selasa, 23 April 2024
15 Syawal 1445 H: Rabu, 24 April 2024
16 Syawal 1445 H: Kamis, 25 April 2024
17 Syawal 1445 H: Jumat, 26 April 2024
18 Syawal 1445 H: Sabtu, 27 April 2024
19 Syawal 1445 H: Minggu, 28 April 2024
20 Syawal 1445 H: Senin, 29 April 2024
21 Syawal 1445 H: Selasa, 30 April 2024
22 Syawal 1445 H: Rabu, 1 Mei 2024
23 Syawal 1445 H: Kamis, 2 Mei 2024
24 Syawal 1445 H: Jumat, 3 Mei 2024
25 Syawal 1445 H: Sabtu, 4 Mei 2024
26 Syawal 1445 H: Minggu, 5 Mei 2024
27 Syawal 1445 H: Senin, 6 Mei 2024
28 Syawal 1445 H: Selasa, 7 Mei 2024
29 Syawal 1445 H: Rabu, 8 Mei 2024
30 Syawal 1445 H: Kamis, 9 Mei 2024

Keutamaan Puasa Syawal
Terdapat sejumlah keutamaan bagi yang mengerjakan puasa Syawal. Dilansir dari laman Muhammadiyah, selanjutnya keutamaan puasa Syawal:

1. Penyempurna dari Ibadah Puasa di bulan Ramadhan
Salah satu keutamaan dari ibadah sunnah ini adalah sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Sebagaimana shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba’diyah) yang sanggup jadi penyempurna bagi shalat fardhu.

Umar bin Abdul Aziz dulu berkata: “Barang siapa tidak memperoleh atau tidak sanggup bersedekah, yakni mengeluarkan zakat fitrah di akhir Ramadhan itu, maka terhadap bulan Syawal, berpuasalah” (Ibn Rajab).

2. Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan
Keutamaan sesudah itu adalah puasa Syawal sebagai isyarat diterimanya ibadah puasa Ramadhan. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Maryam ayat 76 yang artinya:

“Allah akan menambahkan ulang kepada orang-orang yang sudah memperoleh saran bersama dengan saran yang lain lagi.” Hal ini diperkuat oleh perkataan Ulama Salaf: “Sesungguhnya di antara pahala amal kebajikan itu adalah laksanakan kebajikan ulang sesudah itu.” (Ibn Taimiyah).

3. Sebagai Tanda Syukur
Puasa Syawal adalah wujud rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT atas anugerah yang diterimanya selama bulan Ramadhan, baik dalam wujud ibadah yang dilaksanakan maupun ampunan yang dijanjikan kepada orang-orang yang berpuasa selama bulan tersebut.

Nabi SAW bersabda: “Wahai Aisyah, apakah saya tidak boleh tunjukkan sebagai hamba yang bersyukur kepada Allah atas anugerah yang begitu banyak dilimpahkan kepada saya.” (HR. Muslim).

4. Tanda Istiqomah
Seseorang yang mobilisasi puasa Syawal tunjukkan permintaan untuk konsisten dalam beribadah puasa, yang ternyata disukai oleh Allah SWT. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang teratur dilaksanakan walau sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Mendapatkan Pahala Satu Tahun
Mengerjakan puasa Syawal akan mendapat pahala seperti berpuasa selama satu th. penuh. Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa mobilisasi puasa Ramadhan lantas dilanjutkan bersama dengan puasa sunnah enam hari terhadap bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun.” (HR. Muslim).

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam
50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1448 H, Dibaca Kapan? Ini Penjelasannya
Tahun Baru Islam 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Makna, Amalan, dan Jadwal Puasa Muharam
Kalender Hijriah Hari Ini 15 Juni 2026, Masuk 29 Dzulhijjah 1447 H
Besok 16 Juni 2026 Libur Tahun Baru Islam, Apakah Ada Cuti Bersama?
Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Lengkap untuk Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
Kalender Hijriah Hari Ini 14 Juni 2026, Masuk 28 Dzulhijjah 1447 H

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:09 WIB

Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 15:11 WIB

50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman

Senin, 15 Juni 2026 - 15:09 WIB

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1448 H, Dibaca Kapan? Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 - 13:06 WIB

Tahun Baru Islam 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Makna, Amalan, dan Jadwal Puasa Muharam

Senin, 15 Juni 2026 - 11:53 WIB

Kalender Hijriah Hari Ini 15 Juni 2026, Masuk 29 Dzulhijjah 1447 H

Berita Terbaru

Warga Binaan Rutan Barru Temukan Harapan Baru Lewat Produksi Sabun dan Berbagai Keterampilan

Internasional

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Barru Ubah Waktu Jadi Karya

Senin, 22 Jun 2026 - 17:07 WIB

Jang Wonyoung IVE Viral Usai Momen Fansign Jadi Sorotan

Hiburan

Jang Wonyoung IVE Viral Usai Momen Fansign Jadi Sorotan

Senin, 22 Jun 2026 - 16:05 WIB

Induk Burung Hadang Traktor Demi Selamatkan Telurnya

Hiburan

Induk Burung Hadang Traktor Demi Selamatkan Telurnya

Senin, 22 Jun 2026 - 15:37 WIB

AS-Iran Capai Kesepakatan, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Internasional

AS-Iran Capai Kesepakatan, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Senin, 22 Jun 2026 - 15:09 WIB