Redaksiku.com – Sebuah video yang menunjukkan keluhan seorang pemuda usai melaporkan kasus kehilangan motor ke kantor polisi mendadak viral di media sosial.
Bukan karena laporan kasusnya ditindaklanjuti dengan cepat, melainkan karena pengakuannya yang mengaku justru mendapat ceramah dari oknum polisi yang bertugas saat itu.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, pemuda itu tampak kecewa setelah mengalami pengalaman yang dianggap tidak menyenangkan ketika datang ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan sepeda motornya. Alih-alih mendapatkan bantuan atau tindak lanjut, ia menyebut bahwa petugas justru menyalahkan dirinya atas kejadian tersebut.
Pemuda ini lapor motor hilang ke polisi, bukti CCTV ada, malah diceramahin. Dibilang salah sendiri kenapa motor enggak dimasukin ke dalam rumah, tulis keterangan dalam video yang diunggah ke media sosial dan dikutip pada Kamis (24/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterangan tersebut seketika memicu beragam respons dari warganet. Banyak dari mereka merasa simpati atas pengalaman pemuda itu, namun tak sedikit pula yang menyampaikan rasa kecewa dan kritik terhadap pelayanan aparat penegak hukum.

Respons Netizen: Kritik hingga Sindiran
Unggahan tersebut langsung banjir komentar dari netizen yang merasa bahwa peristiwa semacam ini mencerminkan masalah sistemik dalam pelayanan publik, terutama dalam hal penanganan kasus pencurian atau kehilangan barang oleh masyarakat kecil.
“Sekali aja, salah sendiri kenapa tinggal di Indonesia,” tulis salah satu pengguna dengan nada sarkastik.
Komentar lainnya menyinggung isu adanya pelayanan yang terkesan berbeda jika berkaitan dengan uang. “Coba dibayar, pasti diproses,” tulis netizen lain yang merasa sinis terhadap integritas aparat.
Ada pula komentar yang menyindir secara jenaka namun menyiratkan kekecewaan. “Lapor ke damkar aja, bang, siapa tahu dibantuin.“
Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Kasus ini menambah deretan cerita masyarakat yang mengeluhkan pelayanan aparat ketika melaporkan kasus kriminalitas, terutama pencurian kendaraan bermotor. Tidak jarang, korban merasa tidak mendapatkan empati atau bantuan sebagaimana mestinya.
Padahal, berdasarkan aturan yang berlaku, setiap laporan masyarakatterutama yang menyangkut tindak pidanawajib ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum tanpa adanya diskriminasi. Laporan korban yang sudah disertai bukti seperti rekaman CCTV seharusnya menjadi langkah awal bagi aparat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Munculnya ceramah atau sikap menyalahkan korban justru dinilai dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Polisi Diminta Transparan dan Responsif
Video viral ini turut memicu desakan dari sejumlah warganet agar pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi atas peristiwa tersebut. Netizen berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta agar aparat lebih mengedepankan sikap profesional dalam menjalankan tugasnya.
Pakar komunikasi publik dari salah satu universitas di Jakarta menilai bahwa citra institusi bisa sangat mudah terganggu oleh insiden seperti ini, terlebih di era digital. Sekali masyarakat merasa tidak diperlakukan adil atau tidak dilayani dengan baik, kepercayaan bisa menurun drastis, dan media sosial bisa memperbesar dampaknya, ujarnya.
Harapan Korban: Hanya Ingin Motornya Kembali
Sementara itu, pemuda dalam video tersebut menyatakan bahwa tujuannya hanya ingin mendapatkan kembali sepeda motornya yang hilang, bukan untuk memperkeruh suasana atau memviralkan polisi. Namun karena merasa tidak mendapatkan respons yang layak, ia akhirnya membagikan kisahnya di media sosial sebagai bentuk unjuk rasa atas perlakuan yang diterimanya.
Saya enggak mau ribut, saya cuma mau motor saya ketemu. Itu kendaraan satu-satunya buat kerja, ujarnya dalam video lanjutan yang diunggah beberapa jam kemudian.
Kisah ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kepekaan, empati, dan profesionalitas sangat dibutuhkan dalam pelayanan publik, terutama dari aparat yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






