Cerpen: TEROR KELAWIH

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiba-tiba santi teringat, ketika merentangkan tali kelambu ke dekat jendela tadi, ia sempat melihat ada setengah batang lilin di sana. Ia pun segera merabai bagian kusen jendela. Benar saja, ia mendapatkan lilin itu dan segera menyalakannya.

Begitu mengembalikan pemantik api ke laci lemari, Santi tertegun melihat lilin-lilin miliknya ada di sanatiga pak dalam keadaan utuh dan satu pak tersisa setengah isi. Ia bertanya-tanya dalam hati bagaimana hal itu bisa terjadi.

Pemikiran Santi terputus oleh suara rengekan bayinya dari dalam kelambu. Lekas ia letakkan lilin yang menyala di atas meja rias. Ketika mengangkat pandangan, saat itulah Santi melihat ada seraut wajah di cermin selain pantulan wajahnya sendiri. Darah Santi berdesir. Bulu romanya kembali meremang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski hanya muncul sekilas, tetapi Santi dapat menangkap fitur wajah asing itu dengan jelas. Beberapa saat lamanya Santi hanya terdiam di depan cermin dalam keadaan gemetar.

Rengekan di dalam kelambu berubah menjadi tangisan. Bayi itu menggeliat gelisah. Suaranya yang melengking membuat Santi tersadar dari kengerian yang baru saja dialaminya. Cepat-cepat Santi masuk ke dalam kelambu, meraih sang bayi ke dalam dekapan, kemudian menyusuinya. Kali ini ia tidak berbaring seperti sebelumnya, melainkan duduk bersandar di kepala ranjang.

“Ibu mohon jangan tidur, Sayang,” bisik Santi kepada bayinya.

Bertepatan dengan itu, terdengar suara ketukan di pintu utama. Santi mendesah lega. Akhirnya Dadang pulang. Dengan membawa serta bayi di dekapannya, Santi keluar dari kamar untuk membukakan pintu.

“Sebentar!” katanya setengah berteriak ketika ketukan di pintu kembali terdengar. Tertatih-tatih Santi menuju pintu itu. Kain yang melilit tubuhnya benar-benar merepotkan.

Akan tetapi, begitu pintu dibuka, Santi tidak mendapati siapa pun di sana. Suasana gelap dan lengang. Selain dedaunan sawit yang bergoyang seiring dengan desau angin, Santi tidak menemukan apa pun yang bergerak atau bersuara.

Santi bergidik dan lekas menutup pintu. Sialnya, daun pintu itu terasa sangat beratlebih berat dari biasanyasehingga sulit di gerakkan. Santi harus mengerahkan seluruh tenaga demi mendorong daun pintu itu melawan terpaan angin. Begitu pintu berhasil dirapatkan, terdengar suara tawa aneh yang membuat jantung Santi seolah-olah mencelus. Tak jelas dari arah mana suara itu berasal, terdengar sangat dekat tetapi juga begitu jauh.

Buru-buru Santi meninggalkan ruangan itu untuk kembali ke kamar. Begitu tiba di ambang pintu kamar, lagi-lagi jantung Santi terasa jatuh dari tempatnya. Matanya terbelalak melihat sesosok makhluk berkuku panjang tengah mengacak-acak kelambu dengan brutal, seolah-olah sedang mencari sesuatu di dalamnya. Makhluk itu memiliki rambut yang sangat panjang, tubuhnya dipenuhi bulu hitam.

Spontan, Santi berteriak. Pekikan Santi membuat makhluk itu menoleh. Saat itulah, Santi melihat rupa makhluk itumatanya seukuran telur ayam dan menonjol keluar, sedangkan mulutnya melebar hingga mencapai telingapersis seperti wajah yang tadi muncul di cermin.

Menyadari kehadiran manusia, makhluk buruk rupa itu seketika pergi melalui celah tembok di langit-langit rumah sambil mengeluarkan tawa yang membuat detak jantung Santi semakin tak karuan, tawa yang terdengar sangat dekat sekaligus begitu jauh. Caranya memanjat dinding mengingatkan Santi pada gaya katak berenang. Bedanya, katak berenang pada permukaan horizontal sedangkan makhluk itu merayap secara vertikal.

Sekali lagi Santi berteriak untuk meminta pertolongan, berharap ada seseorang yang mendengar teriakannyaentah penduduk perkebunan yang kebetulan melintas atau petugas keamanan yang sedang berpatroli. Ia tak mampu lagi menahan diri untuk tidak menangis akibat deraan rasa takut yang dirasakannya.

Lelah menangis sambil berteriak, Santi akhirnya menyadari perbuatan itu hanya sia-sia. Tak ada yang bisa ia lakukan selain tetap bertahan sambil berharap Dadang segera kembali.

Sambil duduk di bangku rias, Santi menyusui buah hatinya yang tadi sempat menangis karena terkejut oleh teriakannya. Didekapnya bayi itu dengan sebelah lengan, sedangkan tangannya yang lain berusaha membuka laci penyimpanan lilin.

Dengan gemetar, Santi menyulut lilin satu per satu. Ia bermaksud akan menyalakan lilin sebanyak-banyaknya supaya ruangan itu terbebas dari kegelapan. Tepat ketika lilin kesepuluh menyala, terdengar ketukan di pintu utama.

“San …! Santi …!”

Santi terkesiap. Ia menahan isak supaya dapat mendengarkan suara yang memanggil namanya itu dengan saksama. Ia tahu, itu suara Dadang. Namun, ia tidak yakin bahwa sosok yang ada di luar sana benar-benar Dadang. Teror yang baru saja dialaminya membuat Santi menjadi lebih waspada. Terlebih karena ia tidak mendengar suara truk memasuki pekarangan.

“San, ini Abang. Buka pintunya!” Suara itu kembali terdengar mengiringi ketukan di pintu.

Braaakkk!

Tiba-tiba pintu terbuka. Tak lama kemudian Dadang pun muncul di pintu kamar. Santi baru menyadari bahwa tadi ia lupa mengunci pintu kembali.

“Kalian baik-baik saja, San?” tanya Dadang cemas. Ia melangkah masuk, tetapi Santi justru mundur menjauhinya.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Jangan Duduk di Bangku Nomor 13
Anak Tukang Ojek Lulus S2 dari Universitas Top Dunia: Bapak Antar Saya Sekolah, Sekarang Saya Antar Bapak Umrah
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Kamis, 3 Juli 2025 - 10:01 WIB

Jangan Duduk di Bangku Nomor 13

Jumat, 30 Mei 2025 - 23:40 WIB

Anak Tukang Ojek Lulus S2 dari Universitas Top Dunia: Bapak Antar Saya Sekolah, Sekarang Saya Antar Bapak Umrah

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Keuangan

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:17 WIB