Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk mendadak viral setelah lokasi acaranya terungkap berada di tempat hiburan malam di Banjarmasin.
Kegiatan yang semestinya berlangsung dalam suasana edukatif justru mengundang kontroversi karena dianggap melanggar aturan dinas pendidikan.
Fakta ini menimbulkan reaksi publik dan mendorong Disdikbud Kalimantan Selatan memberikan peringatan keras pada pihak sekolah.
Fakta Kontroversial di Balik Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk

Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk digelar di Hexagon Banjarmasin yang ternyata merupakan sebuah kelab malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun siswa yang membentuk panitia dan meminta lokasi di luar sekolah, acara tetap dihadiri oleh guru pendamping.
Kepala sekolah Elly Agustina mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Hexagon adalah tempat hiburan malam.
Dirinya mengira tempat itu hanyalah sebuah kafe dan restoran biasa.
Padahal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.3.1/0810/Disdikbud/2025.
Surat tersebut melarang kegiatan perpisahan di luar satuan pendidikan, kecuali jika menggunakan gedung milik pemerintah daerah.
Dalam SE itu disebutkan secara jelas bahwa acara tak boleh digelar di hotel, restoran, maupun tempat hiburan milik swasta.
Reaksi Dinas Pendidikan Terkait Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk
Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk menuai reaksi keras dari Disdikbud Kalimantan Selatan.
Elly Agustina dipanggil langsung oleh Kepala Bidang SMA dan diberi teguran lisan yang bersifat peringatan keras.
“Jika kejadian seperti ini terulang kembali, maka sanksi yang diberikan akan lebih berat,” ujar Elly usai pertemuan, Sabtu (17/5/2025).
Disdikbud menegaskan bahwa kendali kegiatan sekolah tetap berada di tangan kepala sekolah dan para guru.
Pihak sekolah semestinya mampu menolak atau membatalkan lokasi acara yang bertentangan dengan regulasi yang berlaku.
Kegiatan perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk dinilai sebagai bentuk kelalaian koordinasi dan lemahnya pengawasan dari pihak sekolah.
Klarifikasi Pihak Sekolah dan Pengakuan Kepala Sekolah
Menurut Elly, keinginan menggelar perpisahan di luar sekolah adalah murni aspirasi siswa.
Pihak sekolah sebenarnya telah menyarankan agar acara digelar di dalam lingkungan sekolah, namun siswa tetap bersikeras.
Karena ingin memberi kesempatan bagi siswa merayakan kelulusan, Elly akhirnya memberikan izin tanpa mengecek latar belakang lokasi secara detail.
Ia mengakui bahwa keputusan ini menjadi kesalahan besar yang mencoreng nama sekolah.
Elly juga menyebutkan bahwa guru tetap hadir selama acara berlangsung di Hexagon.
Namun ia menyadari pengawasan dan komunikasi antar pihak sekolah sangat kurang, sehingga terjadi miskomunikasi dan asumsi negatif di masyarakat.
Pihaknya berjanji akan mengevaluasi internal agar peristiwa serupa tidak terjadi di masa mendatang.
Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk Tuai Kritik dari Warganet
Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk memicu perdebatan di media sosial.
Banyak warganet mengecam tindakan sekolah yang dianggap ceroboh dalam menyetujui lokasi acara.
Sebagian bahkan menyayangkan minimnya edukasi kepada siswa soal batasan dalam perayaan kelulusan.
Bagaimana bisa kegiatan sekolah dilakukan di klub malam? tulis akun @ak***.
Ada guru yang mendampingi, tapi tetap tidak mencegah? Ini jelas kelalaian, tambah komentar lain di Instagram.
Namun, ada juga yang menilai bahwa generasi muda hanya mencari suasana perayaan yang berbeda dan tidak bermaksud negatif.
Meski begitu, mayoritas komentar tetap menilai bahwa sekolah sebagai institusi pendidikan seharusnya memiliki standar moral dan etika yang lebih kuat.
Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk dianggap memberi contoh buruk jika dibiarkan tanpa evaluasi menyeluruh.
Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan, bahwa kegiatan sekolah tak bisa dilepas tanpa pengawasan.
Meski digagas oleh siswa, tanggung jawab tetap berada di tangan sekolah sebagai pihak pengatur dan pembimbing.
Kontroversi ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang kuat, pengawasan yang ketat, serta kepatuhan terhadap aturan dinas pendidikan.
Dengan teguran keras yang sudah diberikan, publik berharap tidak ada lagi kasus serupa terjadi di sekolah lain.
Perpisahan semestinya menjadi momen penuh makna dan edukatif, bukan malah mencoreng nama lembaga.
Semua pihak, baik sekolah, siswa, maupun orang tua, harus memahami batasan agar momen kelulusan tetap berkesan tanpa menimbulkan masalah.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






