Dari Ramai Jadi Sepi, dari Ikon Jadi Kenangan
Bagi warga Bekasi, penutupan Grand Mall meninggalkan kesan mendalam. Banyak yang masih mengingat masa-masa di mana mal ini jadi tempat bersejarah: tempat kencan pertama, tempat keluarga belanja bulanan, hingga lokasi favorit untuk ngabuburit di bulan Ramadan.
Di media sosial, terutama X (Twitter) dan TikTok, banyak pengguna membagikan kenangan mereka di Grand Mall dengan tagar #GoodbyeGrandMall dan #KenanganBekasi2000an.
Dulu tiap minggu ke sini sama ortu, sekarang lihat videonya aja udah sedih, tulis seorang netizen.
Dulu bioskopnya aja udah keren banget, sekarang tinggal kenangan, ujar yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak pula yang mengunggah video nostalgia memperlihatkan suasana Grand Mall di masa jayanya dengan eskalator yang ramai, toko-toko penuh lampu, dan suara pengumuman yang menggema di setiap lantai.
Kini, semua itu hanya tinggal kenangan dalam arsip digital dan memori warga Bekasi.
Analisis: Nasib Pusat Perbelanjaan Klasik di Tengah Era Digital
Fenomena tutupnya Grand Mall Bekasi sebenarnya mencerminkan perubahan besar dalam perilaku konsumen.
Tren belanja daring (online shopping), ditambah dengan kemudahan bertransaksi lewat marketplace dan e-wallet, membuat masyarakat tidak lagi perlu datang ke mal hanya untuk berbelanja.
Selain itu, faktor pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu juga ikut mengubah kebiasaan masyarakat. Banyak yang kini lebih memilih tempat terbuka, mall outdoor, atau tempat nongkrong yang punya konsep instagramable.
Di sisi lain, biaya operasional mal yang besar mulai dari listrik, keamanan, hingga maintenance membuat pengelola sulit bertahan jika tingkat kunjungan terus menurun. Akhirnya, banyak mal klasik yang satu per satu harus menyerah pada tekanan zaman.
Mungkinkah Grand Mall Bekasi Bangkit Lagi?
Meski sudah resmi tutup, masih ada harapan tipis bahwa bangunan Grand Mall akan dimanfaatkan kembali untuk fungsi baru. Beberapa pengamat properti menilai bahwa lokasi Grand Mall yang strategis masih memiliki nilai komersial tinggi.
Kalau dikonsep ulang jadi lifestyle hub, co-working space, atau creative center, masih bisa hidup lagi, ujar seorang analis properti di Bekasi.
Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen terkait masa depan bangunan tersebut. Apakah akan direnovasi, dijual, atau dibiarkan kosong, semuanya masih misteri.
Penutup
Tutupnya Grand Mall Bekasi menjadi pengingat bahwa dunia bisnis ritel dan gaya hidup terus berubah.
Dari tempat yang dulu jadi simbol kemajuan, kini berubah menjadi bangunan kosong bak kuburan metafora yang menggambarkan kerasnya persaingan industri mal di era digital.
Meski begitu, bagi banyak orang, Grand Mall akan tetap hidup dalam kenangan. Tempat itu bukan sekadar bangunan, tapi bagian dari perjalanan hidup warga Bekasi yang tumbuh di era 2000-an masa di mana jalan-jalan ke mal adalah momen istimewa setiap akhir pekan.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.