Redaksiku.com – Waktu memang bisa mengubah segalanya, termasuk gemerlap pusat perbelanjaan yang dulu jadi tempat nongkrong favorit warga Bekasi. Grand Mall Bekasi, yang sempat jadi ikon belanja di era 2000-an, kini resmi menutup operasionalnya.
Mal yang pernah penuh dengan keramaian, tawa, dan gemuruh musik promosi kini berubah menjadi bangunan sunyi yang nyaris tak berpenghuni.
Kabar penutupan Grand Mall Bekasi ini sudah beredar sejak awal tahun. Terhitung mulai 1 Januari 2025, mal empat lantai yang berlokasi strategis di kawasan Jendral Ahmad Yani itu sudah tidak lagi beroperasi. Padahal, dua dekade lalu, Grand Mall sempat jadi pusat gaya hidup warga Bekasi tempat keluarga berakhir pekan, tempat anak muda nongkrong, hingga lokasi favorit buat nonton film pertama kali di bioskop modern.
Namun, semua kejayaan itu kini tinggal kenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bekas Kemegahan yang Kini Menyisakan Sunyi
Tim Redaksiku sempat melakukan pemantauan langsung ke lokasi Grand Mall Bekasi pada awal Mei 2025. Hasilnya cukup menyedihkan. Dari luar, bangunan yang dulu berdiri gagah itu kini tampak kusam. Cat dindingnya mengelupas, papan nama yang dulu terang benderang kini memudar, dan sebagian besar ruko terlihat tertutup rapat.
Suasana di area lobi utama terasa mencekam. Tak ada lagi suara musik, tawa pengunjung, atau langkah kaki para pembeli yang lalu-lalang. Hanya ada kursi kosong, papan peringatan lantai licin yang sudah usang, dan udara panas yang berputar di ruangan besar yang dulunya ber-AC dingin.
Seorang petugas keamanan yang masih berjaga di area parkir mengatakan, hanya satu tenant besar yang masih bertahan: KFC.
Masih buka sih, tapi sepi banget. Paling cuma satu-dua orang yang makan. Sama ada satu konter kecil yang masih buka, itu aja, ujar sang petugas saat diwawancarai pada Mei 2025.
Dari pantauan lapangan, hampir semua toko pakaian, aksesoris, dan toko elektronik yang dulu berjajar rapi di lantai dua dan tiga sudah gulung tikar. Bahkan area food court yang dulunya jadi tempat favorit anak muda kini benar-benar kosong, tanpa satu pun aroma makanan yang tercium.
Pernah Dinyatakan Masih Beroperasi Normal
Sebelum akhirnya benar-benar tutup, Grand Mall Bekasi sempat mencoba bertahan di tengah serbuan mal baru dan tren belanja online. Pada Februari 2025, Sufala Handri, selaku Senior Head Department Marketing Communication Grand Mall Bekasi, masih menyebut bahwa pusat perbelanjaan tersebut beroperasi secara normal.
Namun, kondisi di lapangan rupanya menunjukkan hal sebaliknya. Sejak awal 2024, jumlah pengunjung sudah mengalami penurunan drastis. Banyak tenant yang memilih hengkang karena penurunan omzet dan kurangnya promosi dari pihak pengelola.
Kini, pernyataan Sufala tinggal menjadi catatan sejarah, karena Grand Mall resmi berhenti beroperasi sejak awal tahun 2025.

Konfirmasi dari APPBI: Grand Mall Bekasi Resmi Tutup
Kabar tutupnya Grand Mall Bekasi akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja. Dalam keterangannya yang dikutip dari CNN Indonesia pada Sabtu (11/10/2025), ia memastikan bahwa mal tersebut sudah tidak lagi beroperasi sejak awal tahun.
Grand Mall Bekasi sudah tidak beroperasi sejak awal tahun setelah mengalami kemunduran tingkat kunjungan selama beberapa tahun terakhir, ujar Alphonzus.
Menurutnya, fenomena tutupnya Grand Mall Bekasi bukanlah hal yang mengejutkan jika melihat kondisi industri ritel beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan pesat pusat perbelanjaan baru di wilayah Bekasi membuat persaingan semakin ketat.
Banyaknya Mal Baru Jadi Tantangan Berat
Bekasi, yang kini dikenal sebagai salah satu kota satelit dengan perkembangan ekonomi paling cepat di Jabodetabek, telah menjadi rumah bagi banyak pusat perbelanjaan baru. Mulai dari Summarecon Mall Bekasi, Revo Town, Mega Bekasi Hypermall, hingga Grand Galaxy Park Mall, semuanya hadir dengan konsep yang lebih modern, nyaman, dan dilengkapi dengan hiburan keluarga yang lengkap.
Pusat perbelanjaan yang tidak mampu merespons perubahan gaya hidup masyarakat tidak akan dipilih lagi oleh pengunjung, lanjut Alphonzus.
Pernyataan tersebut terasa menohok. Sebab, banyak kalangan menilai bahwa Grand Mall gagal beradaptasi dengan perubahan tren. Sementara mal-mal baru hadir dengan konsep experience-based mall tempat orang datang bukan sekadar untuk belanja, tapi juga untuk hiburan, kuliner, dan gaya hidup Grand Mall masih bertahan dengan format konvensional ala 2000-an.
Di era ketika masyarakat lebih memilih nongkrong di kafe estetik, berburu konten media sosial, dan menikmati fasilitas modern seperti bioskop premium, coworking space, atau area bermain anak digital, Grand Mall Bekasi tampak tertinggal jauh.
Dari Ramai Jadi Sepi, dari Ikon Jadi Kenangan
Bagi warga Bekasi, penutupan Grand Mall meninggalkan kesan mendalam. Banyak yang masih mengingat masa-masa di mana mal ini jadi tempat bersejarah: tempat kencan pertama, tempat keluarga belanja bulanan, hingga lokasi favorit untuk ngabuburit di bulan Ramadan.
Di media sosial, terutama X (Twitter) dan TikTok, banyak pengguna membagikan kenangan mereka di Grand Mall dengan tagar #GoodbyeGrandMall dan #KenanganBekasi2000an.
Dulu tiap minggu ke sini sama ortu, sekarang lihat videonya aja udah sedih, tulis seorang netizen.
Dulu bioskopnya aja udah keren banget, sekarang tinggal kenangan, ujar yang lain.
Banyak pula yang mengunggah video nostalgia memperlihatkan suasana Grand Mall di masa jayanya dengan eskalator yang ramai, toko-toko penuh lampu, dan suara pengumuman yang menggema di setiap lantai.
Kini, semua itu hanya tinggal kenangan dalam arsip digital dan memori warga Bekasi.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






