Redaksiku.com – Tanggal 27 September 2025 jadi momen spesial buat raksasa teknologi dunia: Google resmi genap berusia 27 tahun.
Dari awalnya cuma mesin pencari sederhana, Google sekarang sudah menjelma jadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di planet ini.
Nggak cuma soal browsing informasi, Google sudah jadi bagian penting dalam hidup sehari-hari dari urusan kerja, belajar, hiburan, sampai cari jalan pulang lewat Maps.
Tapi di balik kesuksesan yang luar biasa ini, banyak orang masih penasaran: kenapa sih namanya Google? Siapa sebenarnya yang pertama kali bikin? Dan sekarang, siapa pemilik sesungguhnya perusahaan segede ini? Yuk, kita kupas tuntas perjalanan Google dari awal sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arti Nama Google: Terinspirasi Dari Angka Googol
Nama Google bukan dipilih asal-asalan. Kata Google ternyata diambil dari istilah matematika googol, yang artinya angka 1 diikuti 100 nol. Nama ini dipilih untuk menggambarkan misi besar perusahaan: mengorganisasi informasi dalam jumlah yang super masif di internet, lalu membuatnya gampang diakses semua orang.
Bayangin aja, dari awal Google memang punya ambisi yang luar biasa gede. Dengan nama unik itu, mereka ingin menegaskan kalau tujuan mereka adalah bikin internet jadi tempat yang lebih rapi, informatif, dan berguna.
Siapa Pencipta Google?
Balik ke akhir 1990-an, Google lahir dari tangan dua mahasiswa Ph.D. di Stanford University, Amerika Serikat: Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya awalnya cuma bikin proyek penelitian buat urusan akademik, tapi akhirnya proyek itu berubah jadi mesin pencari paling powerful di dunia.
Secara resmi, Google didirikan pada 4 September 1998. Tapi uniknya, sejak pertengahan 2000-an, Google lebih memilih merayakan ulang tahunnya tiap 27 September. Kenapa? Karena tanggal ini menandai salah satu pencapaian besar Google saat berhasil mengindeks jumlah halaman web terbanyak pada masanya. Jadi, bisa dibilang, 27 September jadi simbol hari jadi yang lebih bermakna.
Dari Search Engine ke Superpower Teknologi
Di awal berdiri, Google hanya dikenal sebagai mesin pencari. Tapi seiring waktu, produk dan layanan mereka makin banyak, makin canggih, dan makin merambah ke berbagai sisi kehidupan. Beberapa produk paling ikonik antara lain:
-
Gmail: layanan email gratis dengan kapasitas besar yang jadi favorit dunia.
-
Google Maps: aplikasi navigasi yang sekarang jadi andalan semua orang kalau nyasar atau cari rute tercepat.
-
YouTube: platform video terbesar di dunia yang dibeli Google tahun 2006.
-
Android: sistem operasi mobile paling populer di dunia.
-
Google Cloud: layanan komputasi awan buat bisnis kecil sampai perusahaan global.
-
Pixel: lini produk hardware mulai dari smartphone, tablet, sampai laptop.
-
AI dan machine learning: inovasi terbaru Google buat masa depan teknologi, dari Google Assistant sampai Gemini.
Produk-produk ini bikin Google nggak cuma sekadar mesin pencari. Mereka udah masuk ke semua aspek hidup: kerja, sekolah, hiburan, belanja, bahkan urusan rumah tangga.
Siapa Pemilik Google Sekarang?
Nah, pertanyaan yang sering muncul: siapa sih pemilik Google sekarang? Jawabannya nggak sesederhana satu orang atau satu keluarga.
Sejak tahun 2015, Google udah ada di bawah payung Alphabet Inc., sebuah perusahaan induk (holding company) yang menaungi Google sekaligus berbagai proyek eksperimental. Di bawah Alphabet, ada banyak anak perusahaan lain selain Google, misalnya:
-
Waymo: pengembangan mobil tanpa sopir (self-driving car).
-
Verily: fokus ke teknologi kesehatan.
-
X (sebelumnya Google X): tempat riset gila-gilaan untuk proyek futuristik.
Karena Alphabet adalah perusahaan publik (public company) yang sahamnya diperdagangkan di bursa, secara teknis Google dimiliki oleh para pemegang saham. Artinya, siapa pun yang punya saham Alphabet otomatis punya sebagian kecil kepemilikan Google.
Tapi, jangan salah. Walaupun saham Alphabet bisa dibeli publik, Larry Page dan Sergey Brin tetap pegang kendali besar. Mereka punya saham kelas B yang kasih hak suara jauh lebih banyak dibanding saham biasa. Jadi, meski keduanya udah nggak lagi ngurusin operasional harian, posisi mereka masih sangat berpengaruh di dewan perusahaan.
CEO Sekarang: Sundar Pichai
Hari ini, posisi CEO Google dan Alphabet dipegang oleh Sundar Pichai, sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia teknologi. Pichai dikenal sebagai pemimpin visioner yang mengarahkan bisnis Google ke bidang-bidang baru, termasuk:
-
AI (Artificial Intelligence): Google jadi salah satu pemain utama di dunia kecerdasan buatan.
-
Cloud computing: layanan komputasi awan yang makin penting buat bisnis global.
-
Perangkat keras (hardware): dari Pixel sampai Nest, Google mulai serius bersaing di pasar gadget.
Di bawah Sundar Pichai, Google makin agresif berinovasi sekaligus tetap mempertahankan posisinya sebagai mesin pencari nomor satu.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






