Redaksiku.com – Keputusan aktris sekaligus penyanyi Marshanda untuk melepas hijab yang sempat dikenakannya pada tahun 2014, ternyata menyisakan cerita panjang yang penuh gejolak.
Pilihan personal itu bukan hanya menimbulkan pro dan kontra di ruang publik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam yang sempat membuat hidupnya berada di titik terendah.
Karier yang Terhenti Usai Lepas Hijab
Dalam sebuah podcast bersama Helmy Yahya di kanal YouTube, Marshanda secara terbuka mengisahkan pengalaman pahit yang dialaminya pasca memutuskan untuk tak lagi mengenakan hijab. Langkah tersebut, menurutnya, dianggap begitu kontroversial hingga membuat banyak pihak di industri hiburan ragu untuk bekerja sama dengannya.
Tadinya aku pakai jilbab, lalu aku buka jilbab. Secara job, di Indonesia orang jadi takut untuk hire aku karena dianggap terlalu kontroversial dan mendobrak kepercayaan masyarakat mayoritas, ujar Marshanda, dikutip Jumat (19/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan yang lahir dari pertimbangan pribadi itu, justru berimbas serius pada kehidupan profesionalnya. Tawaran pekerjaan menurun drastis. Produser maupun rumah produksi cenderung menjauh lantaran khawatir terkena imbas dari sorotan publik. Alhasil, kariernya di dunia hiburan yang sebelumnya begitu gemilang tiba-tiba meredup.
Kehidupan Finansial Ikut Terpuruk
Kondisi karier yang terhenti membuat Marshanda harus menghadapi kenyataan pahit lain: krisis finansial. Ia mengaku sempat tidak memiliki pekerjaan sama sekali dan nyaris tak punya uang untuk bertahan hidup.
Aku lagi sepi job dan nggak punya uang sama sekali saat itu. Bahkan, ada orang yang memberi aku tempat tinggal selama tiga bulan karena tahu kondisi aku, kenangnya.
Kesaksian ini menggambarkan betapa drastis perubahan hidup yang dialaminya. Dari seorang artis papan atas yang kerap tampil di layar kaca, Marshanda mendadak harus berjibaku dengan keterbatasan ekonomi.

Hujatan Publik dan Stigma Sosial
Tak hanya kehilangan pekerjaan, Marshanda juga harus menghadapi gelombang hujatan dari publik. Bagi sebagian orang, keputusannya melepaskan hijab dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap norma mayoritas. Tak sedikit yang melontarkan kritik pedas hingga tuduhan kejam.
Aku dalam keadaan trauma besar banget karena lagi ngelewatin proses dihujat satu negara. Aku sampai disebut ˜Janda sesat, lo pantas nggak dapet hak asuh anak lo™, ungkapnya dengan suara bergetar.
Cacian tersebut, kata Marshanda, bukan hanya datang dari orang asing di media sosial, tetapi juga diperparah oleh pengkhianatan orang-orang yang ia percayai. Pengalaman itu menambah berat beban psikologis yang harus ia tanggung.
Titik Terendah dalam Hidup
Kombinasi antara tekanan publik, kekecewaan dari orang terdekat, serta masalah finansial membuat Marshanda berada di fase yang ia sebut sebagai titik terendah. Trauma yang dialami begitu besar hingga memengaruhi kesehatan mentalnya.
Aku merasa hidup aku hancur. Saat itu aku kehilangan segalanyapekerjaan, kepercayaan orang, bahkan hak asuh anakku. Ditambah lagi orang kepercayaan mengkhianati aku. Itu benar-benar momen paling gelap dalam hidup aku, kisahnya.
Situasi ini sempat membuatnya terpuruk cukup lama. Namun, di balik semua penderitaan itu, Marshanda berusaha mengumpulkan kekuatan untuk bangkit kembali.
Perlahan Bangkit dan Kembali Berkarya
Meskipun sempat jatuh sedalam itu, semangat juang Marshanda tak sepenuhnya padam. Perlahan, ia berusaha menata hidup, memperbaiki diri, dan kembali menunjukkan eksistensinya di dunia hiburan.
Beberapa tahun terakhir, Marshanda mulai aktif kembali membintangi film maupun serial televisi. Penampilannya disambut hangat oleh para penggemar yang tetap setia mendukung perjalanan kariernya. Kesempatan ini menjadi titik balik yang membuka jalan bagi dirinya untuk kembali menemukan kepercayaan diri.
Sekarang aku lebih kuat. Aku bisa berdiri di atas kaki sendiri. Pengalaman pahit itu justru membuat aku belajar banyak tentang hidup, tentang orang, dan tentang diriku sendiri, katanya.
Kebahagiaan Bersama Sang Putri
Di luar karier, kebahagiaan terbesar bagi Marshanda datang dari sang putri, Sienna Ameerah Kasyafani. Setelah sekian lama tinggal bersama ayahnya, Ben Kasyafani, kini Sienna kembali berada dalam asuhan Marshanda.
Kebersamaan dengan sang buah hati menjadi sumber energi positif bagi artis yang akrab disapa Caca ini. Bagi Marshanda, Sienna bukan hanya anak, melainkan juga motivasi untuk terus berkarya dan menjalani hidup dengan lebih kuat.
Kehadiran Sienna di sisiku adalah anugerah terbesar. Aku merasa lengkap sebagai seorang ibu. Dia yang selalu memberi semangat dan mengingatkan aku untuk tetap tegar, ungkap Marshanda.
Refleksi dan Pesan untuk Publik
Pengalaman pahit yang dialami Marshanda menjadi cermin betapa keputusan personal seorang publik figur bisa memicu reaksi sosial yang masif. Namun, di sisi lain, kisahnya juga menunjukkan bagaimana seseorang bisa bangkit meski sempat terpuruk.
Kini, Marshanda memilih untuk fokus pada kebahagiaan dirinya dan keluarganya. Ia berharap publik dapat lebih bijak dalam menanggapi keputusan personal artis maupun tokoh publik, terutama yang menyangkut pilihan hidup dan keyakinan pribadi.
Setiap orang berhak menentukan jalannya sendiri. Jangan sampai kita lupa bahwa di balik nama besar, artis juga manusia yang bisa merasa sakit, kecewa, dan terluka, tegasnya.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






