Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Norwegia karena mereka sempat merasa telah kembali memimpin. Namun, tim asuhan Solbakken tidak langsung kehilangan momentum.
Masuknya Oscar Bobb pada menit ke-67 memberi energi baru di sisi serangan. Norwegia kembali berani membawa bola mendekati kotak penalti dan memaksa Inggris bertahan lebih dalam.
Sundulan Wolfe Membentur Tiang
Salah satu peluang terbaik Norwegia pada babak kedua datang melalui David Møller Wolfe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wolfe memenangkan duel udara dan mengarahkan sundulannya melewati Pickford. Bola sempat terlihat akan masuk, tetapi akhirnya mengenai mistar gawang.
Peluang tersebut memperlihatkan betapa dekatnya Norwegia dengan gol kedua. Inggris tidak sepenuhnya mampu mengendalikan pertandingan meski mempunyai lebih banyak pemain berpengalaman di fase gugur.
Thomas Tuchel kemudian memasukkan sejumlah pemain baru, termasuk Bukayo Saka, Morgan Rogers, dan Djed Spence. Pergantian itu bertujuan menambah kecepatan sekaligus memberi tekanan baru kepada pertahanan Norwegia.
Saka beberapa kali berhasil mencapai area berbahaya dan melepaskan umpan mendatar. Namun, tidak ada pemain Inggris yang mampu menyelesaikannya pada waktu normal.
Pertandingan Berlanjut ke Extra Time
Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit berakhir. Kedua tim harus memainkan tambahan waktu dalam kondisi fisik yang mulai menurun.
Inggris tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan gol kedua. Tiga menit setelah perpanjangan waktu dimulai, Morgan Rogers mencoba melepaskan tembakan jarak jauh.
Nyland sebenarnya berada dalam posisi untuk menghentikannya. Namun, penjaga gawang Norwegia tersebut tidak mampu menangkap bola dengan sempurna.
Bellingham membaca situasi lebih cepat daripada pemain lain. Ia menyambar bola pantul dan mengubah skor menjadi 2-1 pada menit ke-93.
Gol tersebut memperlihatkan insting Bellingham di dalam kotak penalti. Ia tidak berhenti bergerak setelah Rogers melepaskan tembakan dan langsung mengambil keuntungan dari kesalahan Nyland.
Penalti Inggris Dibatalkan VAR
Inggris sempat memperoleh kesempatan memperbesar keunggulan melalui penalti setelah Djed Spence dijatuhkan pada perpanjangan waktu.
Keputusan awal wasit kemudian diperiksa melalui VAR. Setelah peninjauan, penalti tersebut dibatalkan.
Inggris tetap harus mempertahankan keunggulan tipis sampai akhir. Norwegia mencoba meningkatkan tekanan, tetapi tidak lagi mempunyai ketajaman yang sama seperti pada babak pertama.
Haaland juga ditarik keluar pada pergantian babak perpanjangan waktu. Penyerang Manchester City tersebut menutup pertandingan tanpa mencetak gol.
Pergantian Haaland mengurangi ancaman langsung Norwegia di kotak penalti. Inggris kemudian mampu menjaga area pertahanan dan menghabiskan sisa pertandingan dengan lebih terkontrol.
Inggris Berhasil Menghentikan Haaland
Sebelum menghadapi Inggris, Haaland selalu mencetak gol dalam rangkaian panjang pertandingan kompetitif bersama Norwegia. Ia juga telah mengoleksi tujuh gol pada Piala Dunia 2026.
Namun, lini belakang Inggris mampu membatasi ruangnya. Haaland tetap mendapatkan beberapa peluang, terutama melalui duel udara, tetapi tidak pernah benar-benar memperoleh situasi penyelesaian yang nyaman.
Reuters mencatat Inggris menjadi tim pertama dalam 16 pertandingan terakhir Norwegia yang mampu membuat Haaland gagal mencetak gol.
Keberhasilan tersebut tidak hanya lahir dari penjagaan satu pemain. John Stones, Marc Guéhi, Ezri Konsa, Declan Rice, dan Elliot Anderson bergantian menutup jalur umpan menuju Haaland.
Tugas Inggris berikutnya tidak akan lebih mudah. Argentina memiliki pola serangan berbeda dengan banyak pemain yang bergerak di antara lini.
Bellingham Menjadi Wajah Kebangkitan Inggris
Dua gol ke gawang Norwegia melanjutkan penampilan produktif Bellingham di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, gelandang Real Madrid itu juga mencetak dua gol ketika Inggris menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Ia kembali menjadi pemain yang menentukan ketika Three Lions menghadapi kemungkinan tersingkir.
Bellingham menyebut keberhasilan atas Norwegia sebagai kemenangan seluruh tim. Menurutnya, Inggris mampu bertahan bersama ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.
Kontribusinya juga melampaui jumlah gol. Bellingham membawa agresivitas dari lini kedua, merebut ruang di depan kotak penalti, dan berani mengambil tanggung jawab pada saat pemain lain kesulitan.
Namun, ketergantungan kepada momen individual juga menjadi catatan. Inggris tidak selalu dapat berharap Bellingham menciptakan solusi setiap kali struktur permainan mereka bermasalah.
Tuchel Tetap Mengkritik Penampilan Inggris
Meski lolos, Thomas Tuchel tidak sepenuhnya puas. Pelatih Inggris itu menilai timnya terlalu sering melakukan kesalahan teknis dan memainkan bola dengan lambat.
Tuchel bahkan menyebut Inggris beruntung bisa memenangkan pertandingan. Menurutnya, kualitas permainan harus meningkat sebelum menghadapi semifinal.
Kritik tersebut masuk akal karena Norwegia menciptakan beberapa peluang yang dapat mengubah hasil pertandingan. Mereka sempat unggul, membuang situasi dua melawan satu, mempunyai gol yang dianulir, dan melihat sundulan Wolfe mengenai mistar.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






