Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Rangkaian Libur dan Kebijakan WFA

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Rangkaian Libur dan Kebijakan WFA

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Rangkaian Libur dan Kebijakan WFA

Redaksiku.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pelaksanaan sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026) dan diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers.

Penetapan ini menjadi rujukan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Lebaran, sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang sebelumnya terkait kemungkinan perbedaan tanggal hari raya.

Hasil Resmi Sidang Isbat

Dalam pernyataannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 berdasarkan hasil musyawarah sidang isbat yang mempertimbangkan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pemerintah juga menetapkan bahwa perayaan Idul Fitri berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 21 Maret 2026 sebagai hari pertama dan Minggu, 22 Maret 2026 sebagai hari kedua.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses pembahasan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Perbedaan dengan Penetapan Muhammadiyah

Menariknya, penetapan Idul Fitri oleh pemerintah tahun ini berbeda dengan keputusan yang telah lebih dahulu diumumkan oleh Muhammadiyah.

Melalui maklumat resminya, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sementara pemerintah mengombinasikan metode hisab dan rukyat sesuai kriteria yang berlaku.

Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan saling menghormati perbedaan dalam penetapan hari raya.

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama

Penetapan Idul Fitri juga berkaitan erat dengan jadwal libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.

Berikut rangkaian jadwal libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H:

  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

  • Sabtu, 21 Maret 2026: Hari pertama Idul Fitri

  • Minggu, 22 Maret 2026: Hari kedua Idul Fitri

  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama

  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama

Dengan jadwal tersebut, masyarakat memiliki waktu libur yang cukup panjang untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, termasuk melakukan tradisi mudik ke kampung halaman.

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Rangkaian Libur dan Kebijakan WFA
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Rangkaian Libur dan Kebijakan WFA

Ketentuan Cuti bagi ASN dan Pekerja

Pemerintah juga mengatur ketentuan pelaksanaan cuti bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja di sektor swasta.

Bagi pekerja atau karyawan swasta, pelaksanaan cuti bersama akan mengurangi jatah cuti tahunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing perusahaan.

Sementara itu, bagi ASN, cuti bersama tidak akan mengurangi hak cuti tahunan. Kebijakan ini diambil untuk memberikan fleksibilitas sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelayanan publik dan hak pegawai.

Kebijakan Work From Anywhere (WFA)

Selain jadwal libur, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) setelah periode Lebaran. Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, yakni:

  • Rabu, 25 Maret 2026

  • Kamis, 26 Maret 2026

  • Jumat, 27 Maret 2026

Kebijakan WFA ini bertujuan untuk menjaga kelancaran aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di tengah mobilitas masyarakat yang masih tinggi pasca-Lebaran.

Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kebijakan WFA bukan merupakan tambahan hari libur, melainkan bentuk fleksibilitas kerja yang memungkinkan pegawai tetap menjalankan tugasnya dari lokasi yang berbeda.

Ketentuan WFA bagi Pekerja Swasta

Sementara itu, bagi pekerja di sektor swasta, kebijakan WFA juga memiliki aturan tersendiri. Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pekerja yang menjalankan WFA tetap dianggap bekerja seperti biasa.

Yassierli selaku Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa pelaksanaan WFA tidak dihitung sebagai cuti tahunan. Artinya, pekerja tetap memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara kebutuhan operasional perusahaan dan kenyamanan pekerja dalam menjalani masa transisi setelah libur panjang.

Dampak Penetapan Lebaran terhadap Aktivitas Masyarakat

Penetapan tanggal Idul Fitri memiliki dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ibadah hingga pergerakan ekonomi.

Momentum Lebaran biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, meningkatkan konsumsi rumah tangga, serta mendorong sektor transportasi dan pariwisata.

Dengan adanya kepastian tanggal, masyarakat dapat merencanakan berbagai aktivitas, termasuk perjalanan mudik, dengan lebih baik.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya
Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya
8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui
Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam
50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1448 H, Dibaca Kapan? Ini Penjelasannya
Tahun Baru Islam 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Makna, Amalan, dan Jadwal Puasa Muharam
Kalender Hijriah Hari Ini 15 Juni 2026, Masuk 29 Dzulhijjah 1447 H

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:07 WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:06 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:42 WIB

8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:09 WIB

Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 15:11 WIB

50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman

Berita Terbaru

Business Intelligence Butuh Budaya Data, Bukan Cuma Tools

Bisnis

Business Intelligence Butuh Budaya Data, Bukan Cuma Tools

Jumat, 17 Jul 2026 - 15:46 WIB