Redaksiku.com – Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus memperkuat profesionalisme di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.
Hal itu disampaikan Direktur Law Analysis, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., saat menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri.
Menurut Ishadul, selama 80 tahun Polri telah menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, Hari Bhayangkara harus menjadi ajang refleksi sekaligus evaluasi terhadap pengabdian institusi kepolisian kepada bangsa dan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang profesional,” katanya.
Ishadul menilai tantangan yang dihadapi Polri kini semakin berat. Selain kejahatan konvensional, aparat juga harus menghadapi kejahatan siber hingga tindak pidana transnasional yang terus berkembang.
Karena itu, menurutnya, penguatan pemahaman hukum pidana menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Ia menyebut penguasaan terhadap KUHP, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta berbagai aturan khusus seperti UU ITE, UU Narkotika, dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) menjadi bekal penting bagi aparat penegak hukum.
“Hari Bhayangkara harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus melakukan pengkajian hukum pidana yang progresif. Polri tidak hanya bertindak sebagai aparat, tetapi juga harus mampu menafsirkan dan menerapkan peraturan perundang-undangan secara tepat, berkeadilan, dan berkepastian hukum,” ujar Ishadul.
Ia menambahkan, penegakan hukum yang berkualitas lahir dari penyidik yang memahami konstruksi delik, pertanggungjawaban pidana, serta mampu mengikuti perkembangan pembaruan hukum nasional.
Selain itu, Ishadul juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara Polri, akademisi, dan pembuat kebijakan. Menurutnya, sinergi tersebut akan melahirkan penegakan hukum yang tidak hanya represif, tetapi juga mengedepankan pendekatan restoratif dan preventif.
Menutup pernyataannya, Ishadul berharap Polri terus menjaga integritas serta kepercayaan publik.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri terus menjadi Bhayangkara sejati yang presisi dalam bertindak, profesional dalam mengayomi, dan berintegritas dalam menegakkan hukum demi Indonesia yang berdaulat hukum,” tutupnya.
Editor : Hengki






