Redaksiku.com – Food and Drug Administration (FDA) alias Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat melaporkan adanya kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada salah satu komoditas ekspor Indonesia, yakni cengkeh.
Temuan ini membuat heboh karena menyangkut produk rempah yang selama ini jadi kebanggaan Indonesia di pasar global. Pemerintah pun langsung mengambil langkah investigasi menyeluruh, apalagi kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada bulan Agustus 2025, udang beku ekspor Indonesia juga sempat bermasalah karena kontaminasi serupa.
Temuan FDA dan Tindakan Awal
Dalam laporan resminya, FDA menyebut produk cengkeh terkontaminasi itu diekspor oleh PT NJS, perusahaan berbasis di Jawa Timur. Menindaklanjuti temuan tersebut, FDA segera memblokir seluruh impor rempah dari perusahaan yang bersangkutan.
Langkah tegas ini membuat ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat terganggu. Terlebih, data menunjukkan PT NJS sudah mengekspor sekitar 200 ribu kilogram cengkeh ke Negeri Paman Sam sepanjang tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar ini langsung direspons oleh pemerintah Indonesia. Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bara Khrishna Hasibuan, mengonfirmasi bahwa laporan dari otoritas AS sudah diterima.
Beberapa hari lalu kami sudah mendapat laporan dari otoritas AS. Memang benar, produk cengkeh terkontaminasi Cesium-137. Namun, ini masih laporan awal sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut mengenai sumber kontaminasinya, jelas Bara di Jakarta, Selasa (30 September 2025).
Pernyataan ini menunjukkan pemerintah tidak ingin buru-buru menyimpulkan. Investigasi komprehensif perlu dilakukan untuk memastikan apakah kontaminasi terjadi di tahap produksi, pengemasan, atau faktor eksternal lainnya.
Apa Itu Cesium-137 dan Bahayanya?
Cesium-137 (Cs-137) merupakan isotop radioaktif hasil sampingan dari reaksi fisi nuklir, biasanya ditemukan pada limbah industri atau pembangkit listrik tenaga nuklir. Zat ini berbahaya karena bisa menyebabkan radiasi yang merusak jaringan tubuh, memicu penyakit serius seperti kanker, serta mencemari lingkungan dalam jangka panjang.
Karena itulah, adanya temuan Cs-137 pada produk pangan ekspor menjadi isu besar. Bukan hanya soal keamanan konsumen di negara tujuan, tapi juga soal nama baik Indonesia sebagai salah satu penyuplai pangan dunia.
Kasus Serupa Sebelumnya: Udang Beku
Perlu diingat, ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi masalah serupa. Pada Agustus 2025, FDA juga melaporkan kontaminasi Cs-137 pada produk udang beku ekspor dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS).
Kasus itu membuat pemerintah langsung membentuk Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137. Investigasi mendalam kemudian mengungkap bahwa sumber radiasi berasal dari pabrik baja PT PMT di kawasan industri Cikande, Serang, Banten.
Pabrik tersebut diketahui menggunakan scrap metal alias besi bekas yang ternyata sudah terkontaminasi radioaktif. Radiasi diduga menyebar melalui udara hingga ke fasilitas pengemasan udang milik PT BMS, yang lokasinya hanya sekitar dua kilometer dari pabrik baja tersebut.
Fakta ini membuat pemerintah semakin waspada, sebab artinya sumber radiasi tidak hanya terbatas pada satu titik, melainkan bisa menyebar dan memengaruhi berbagai industri lain.
Masalah Lain: Serbuk Logam Ilegal
Selain kasus udang dan cengkeh, pemerintah Indonesia juga sempat berhasil menggagalkan upaya masuknya 14 kontainer serbuk logam ilegal dari Filipina melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Setelah diuji, hasilnya menunjukkan adanya kandungan Cesium-137. Untungnya, semua kontainer tersebut segera dikembalikan ke negara asal. Namun, temuan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman peredaran bahan radioaktif ilegal yang bisa berpotensi mencemari rantai produksi pangan maupun industri lain.
Investigasi Diperluas
Belajar dari kasus udang, pemerintah kini memperluas penyelidikan, tidak hanya pada produk laut, tapi juga rempah-rempah. Tim satgas akan melakukan pengujian silang pada jalur produksi, pengemasan, hingga distribusi.
Langkah ini penting karena Indonesia merupakan salah satu eksportir rempah terbesar di dunia. Produk seperti cengkeh, pala, lada, dan kayu manis menjadi komoditas utama yang menopang ekonomi ekspor non-migas. Jika reputasi rempah Indonesia terganggu, dampaknya bisa luas, termasuk pada petani kecil yang menggantungkan hidup dari komoditas tersebut.
Pemerintah Tegaskan Komitmen
Menanggapi isu ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Indonesia juga sebenarnya menjadi korban. Menurutnya, kasus radiasi Cs-137 ini bukan semata-mata kesalahan produsen, melainkan ada faktor eksternal yang perlu diusut tuntas.
Keamanan pangan adalah prioritas utama. Kami akan memastikan langkah-langkah pengawasan lebih ketat untuk melindungi masyarakat dan nama baik produk Indonesia di pasar global, tegas Zulkifli.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia akan meningkatkan koordinasi dengan lembaga internasional agar investigasi berlangsung transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar global, terutama di tengah persaingan ketat ekspor pangan.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






