Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 10 )

- Penulis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senja Membawamu kembali

Senja Membawamu kembali

Bel masuk telah berbunyi, Ayyara yang berada di kelas 11 IPA-2. Dia sudah duduk cantik di deretan bangku kedua dari belakang, pada barisan meja paling kanan dekat jendela. Dirinya sebangku dengan Manda, temannya sejak masa SMP dulu.

Pagi itu, matematika menjadi pelajaran pertama di kelasnya. Pak Mulyono, selaku guru sekaligus wali kelasnya memasuki ruangan.

“Tumben dia, masuk kelas nggak tutup pintu,” komentar Manda, merasa heran karena sikap sang guru yang tidak seperti biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Belum kali, gitu saja protes,” tanggap Ayyara sembari ikut-ikutan melirik ke arah pintu.
“Baik anak-anak, sebelum kita mulai pelajaran, Bapak mau mengumumkan terlebih dahulu bahwa mulai hari ini kelas kalian kedatangan anggota baru,” ujarnya sembari berjalan ke arah pintu, lalu melambaikan tangan memberi isyarat pada seseorang untuk masuk.
Kelas langsung heboh saat seorang cowok berbadan tegap dengan tinggi melebihi standar pemain basket memasuki ruangan. Ayyara yang biasanya tidak terlalu peduli sedikit terusik dengan kehadirannya.
“Gila, ganteng banget tuh, cowok,” pekik tertahan Manda saat melihat si murid baru. Dia sampai menutup mulutnya karena khawatir suara jeritannya menggema di seisi ruangan.
Ayyara hanya mendelik pada teman sebangkunya itu. Setelah memperkenalkan diri, dia pun tahu kalau cowok tersebut bernama Abyan Aiden Lee. Siswa pindahan dari Surabaya. Kulitnya tidak seputih orang-orang bermarga Lee, tapi juga bukan warna kulit kebanyakan orang Indonesia.
“Dia blasteran kali, ya?” tebak Manda. “Soalnya mata dia agak sipit, tapi nggak kayak koko-koko yang suka gue temuin di jalan Suryakencana.”
Ayyara terkikik mendengar ocehan Manda yang sok menganalisa. Setelah bel istirahat berbunyi, banyak temannya yang rebutan untuk berkenalan dengan Abyan. Cowok itu tampak kewalahan melayani semua orang karena dia tidak bisa menolak.
“Woy, kalian kagak kasihan, murid baru digerumutin gitu? Udah kayak semut berburu gula saja, lo pada,” teriak Ayyara dari depan papan tulis. “Minggir-minggir!” serunya menerobos kumpulan teman-temannya yang berada di sekitar kursi tempat duduk Abyan.
Ayyara itu bendahara kelas yang cukup disegani karena dia bisa membuat semua siswa membayar tepat waktu untuk urusan uang kas kelasnya.
“Eh, lo laper, kan? Ke kantin, yuk!” ajaknya pada murid baru itu.
Abyan tersenyum dan mengangguk.
“Huuuuh,” protes teman-temannya yang merasa dirugikan oleh tindakan Ayyara ini.
Namun, gadis itu tidak peduli, dengan santainya melangkahkan kaki dan Abyan mengikutinya dari belakang.
“Hai, aku Abyan,” ucapnya seraya mengulurkan tangan saat dirinya sudah berada sejajar dengan Ayyara.
Gadis itu menoleh ke samping kanan, lalu sedikit mendongakkan kepala untuk melihat wajah Abyan.
“Oh, iya, gue Ayyara,” tanggapnya sembari membalas uluran tangan Abyan, “tapi lo boleh panggil gue Ayya atau Ara, whatever-lah. Terserah, lo!”
Cowok itu mengangguk lalu dia memandangi wajah Ayyara untuk beberapa saat sambil tersenyum. Rambut gadis itu sedikit melambai-lambai tertiup angin sehingga aroma wanginya tercium oleh hidung mancungnya Abyan.
Tiba-tiba, Ayyara mengangkat kedua tangannya. Lalu dengan cekatan dia mengikat rambutnya seperti ekor kuda. Senyum Abyan semakin lebar. Saking asyiknya memperhatikan gadis itu hingga tak terasa dirinya sudah sampai di kantin sekolah.
“Duduk sini saja, By …!”
Abyan langsung menoleh ke arah Ayyara. Gadis itu ikut terkejut. “By-an.” Dia meralat ucapannya sendiri sembari nyengir dan sedikit salah tingkah.
Sang murid baru malah senyum-senyum melihat wajah Ayyara yang merona. Bagi dia, ini keindahan yang belum pernah dialami sebelumnya. Kemudian, keduanya duduk saling berhadapan. Suasan kantin belum begitu ramai karena sebagian anak ada yang memilih salat dulu sebelum makan.
“Ayy, gue boleh gabung, kan?” tanya Manda yang ternyata sedari tadi mengikuti mereka.
Ayyara yang sedang membanca pesan di ponselnya langsung menengadah. “Hai Man, kebetulan lo datang. Gue harus ke ruang OSIS, jadi lo temenin Byan, ya,” pintanya tanpa basa-basi.
Kemudian, dia bangkit dari duduknya. “Sorry, ya Byan, gue tinggal dulu,” pamitnya. Dia pun pergi tanpa menunggu jawaban dari Abyan.
Sementara Manda mendapat perintah dadakan seperti itu malah terbengong-bengong. Lalu melihat ke arah teman barunya. “Byan?”
Abyan tersenyum. “Kan, namaku Abyan,” tanggapnya sambil mata tetap mengikuti langkah Ayyara yang bergerak kian menjauh.
Manda memperhatikan cara cowok itu menatap Ayyara. ‘Beruntung banget lo, Ay,’ batinnya. “Cantik, ya?” celetuk Manda menyadarkan Abyan.
Cowok itu hanya mesem sambil mengangkat sebelah alisnya.
“Dia tuh terkadang sikapnya macam singa yang lagi jagain anak. Tapi, hati Ayyara tuh, aslinya baik banget. Dia paling peka kalau urusan nolongin orang, kayak lo tadi,” ungkap Manda. “Mungkin karena dia anak pertama sekaligus jadi pengganti sosok ibu buat adik-adiknya,” lanjutnya sembari ikut memandangi Ayyara yang nyaris menghilang dari pandangan.
“Oh, ibunya Ayyara sudah nggak ada?”
Manda mengangguk. “Sejak dia kelas 1 SMP.”
Untuk pertama kalinya Abyan merasakan ketertarikan pada seorang perempuan. Dia melihat Ayyara itu sosok yang berbeda. Kehidupan yang sungguh bertolak belakang dengan dirinya. Sebagai anak tunggal, sejak kecil kehidupan Abyan memang serba diatur. Keberlimpahan fasilitas yang dia terima tidak menjadi jaminan kehidupannya akan bahagia.
Lamunan Abyan buyar kala pintu ruangannya diketuk dari luar. “Masuk!” serunya lantang.
Kepala Pak Heri menyembul dari balik pintu yang sedikit terbuka. “Maaf Pak Lee, saya hanya memastikan saja kalau di ruangan ini beneran Bapak,” ujarnya.
Rupanya sang satpam sedang patroli rutin memeriksa  keamanan seluruh ruangan.
“Iya, Pak Her, nggak apa-apa. Sebentar lagi saya juga pulang, kok. Ini lagi siap-siap,” ujarnya sembari mematikan laptopnya.
“Baik, Pak. Saya permisi dulu, mau lanjut patroli,” ujarnya seraya menutup pintu.
Abyan menganggukkan kepala. “Terima kasih banyak, Pak Her.”
Kemudian, dia bergegas membereskan semua barangnya yang akan dibawa pulang. Setelah itu, langsung menuju parkiran dan berangkat meninggalkan kantornya yang sudah sangat sepi.
Abyan tiba di rumahnya hampir tengah malam. Karena bukan kali ini saja dirinya pulang larut sehingga sudah terbiasa membawa kunci cadangan. Katanya, agar tidak perlu membangunkan Ayyara yang saat itu mungkin saja sudah terlelap ke alam mimpi.
Dengan sangat hati-hati, dia menaiki tangga menuju kamar. Abyan masih menyempatkan melongok anak-anaknya yang berada di ruangan terpisah, tapi terlewati sebelum sampai di kamarnya sendiri.
Cahaya dalam kamarnya hanya berasal dari lampu yang berada di samping tempat tidur. Ruangan yang temaram membuat Abyan tidak bisa melihat dengan jelas wajah Ayyara yang sudah tergolek di atas kasur dengan posisi menyamping.
Lelaki itu berjalan dengan berjengket mendekati Ayyara. Lalu, dia berjongkok di depan wajah sang istri. Melihat ritme napasnya yang teratur, Abyan bisa memastikan kalau istrinya itu sudah benar-benar terlelap.
Abyan mengelus lembut kepala Ayyara, lalu bangkit. Tapi, sebelum benar-benar bediri, dia masih menyempatkan untuk mencium kepala istrinya. ‘Untuk saat ini aku belum bisa memenuhi keinginanmu. Maafkan aku, Sayang. Sungguh, aku tak pernah punya niat mengkhianatimu.’ batinnya.
Abyan tidak menyadari bahwa kehadirannya sudah membangunkan sang istri. Ayyara membuka matanya perlahan, dia mengekori langkah suaminya yang berjalan ke arah kamar mandi.
Abyan terbiasa mandi terlebih dahulujam berapapun itusebelum tidur. Setelah berganti pakaian, dia pun langsung naik ke atas kasur. Ruangan ber-AC dengan suhu 21° itu terasa lebih dingin sehingga Abyan menarik selimut yang sudah terlebih dahulu dipakai Ayyara.
Dia merapatkan tubuhnya pada sang istri yang saat itu dalam posisi membelakangi. Abyan melingkarkan lengannya memeluk erat Ayyara. Detak jantung keduanya berdegup lebih kencang.
Wanita dua anak itu bereaksi, pura-pura menggeliat dan membalikkan badannya. Kini keduanya saling berhadapan dengan mata Ayyara yang masih terpejam. Segera dia benamkan kepalanya pada ceruk leher sang suami agar Abyan tidak menyadari kalau dirinya sudah terjaga sejak tadi.
Niat Abyan untuk segera terlelap ternyata tidak dapat terwujud dengan cepat karena hembusan hangat napas Ayyarapada dadanyamembuat dia sulit berkonsentrasi. Debaran jantungnya malah kian bertalu. Hal ini pun bisa dirasakan Ayyara karena telinganya dengan sangat jelas mendengar detakan tersebut.
Ternyata, rasa yang dimiliki pasangan ini masih sama, bahkan dalam waktu sekejap mampu mengalihkan perselisihan di antara keduanya. Mereka tidak bisa menahan diri untuk melewatkan malam itu begitu saja, tanpa melakukan apapun.
Pada akhirnya, pasangan ini berhasil membuat otak mereka sibuk untuk meningkatkan produksi hormon endorfinzat kimia otak yang akan membuat perasaan senang, rileks, bahkan terkadang bisa mengurangi rasa sakit.
“Terima kasih, Sayang,” bisik Abyan lembut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Semifinal Piala Dunia 2026: Jadwal dan Empat Tim Terakhir

Olahraga

Semifinal Piala Dunia 2026: Jadwal dan Empat Tim Terakhir

Minggu, 12 Jul 2026 - 12:09 WIB

Skor Inggris vs Norwegia 2-1, Bellingham Jadi Penentu

Olahraga

Skor Inggris vs Norwegia 2-1, Bellingham Jadi Penentu

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:47 WIB

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Olahraga

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:41 WIB