Redaksiku.com – Pada Jumat dini hari, 23 Mei 2025, gempa bumi dengan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Bengkulu dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 43 kilometer dari barat daya Kota Bengkulu, dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah, menyebabkan banyak warga terbangun dan berhamburan keluar rumah.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami. Meski begitu, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja. Getaran dari gempa ini dilaporkan berlangsung cukup lama, membuat banyak warga panik, terutama mereka yang tinggal di bangunan bertingkat atau kawasan padat penduduk.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan bahwa sedikitnya 100 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Dari total tersebut, sekitar 50 persen mengalami kerusakan parah dan dinyatakan tidak layak huni, sementara sisanya rusak ringan. Pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan langkah penanganan darurat, termasuk evakuasi dan penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di kawasan Perumahan Rafflesia, yang menjadi salah satu titik terdampak terparah, banyak rumah mengalami retakan dan kerusakan struktural yang signifikan. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen cepat terhadap kerusakan dan mendirikan posko darurat di sejumlah titik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan atau terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri. Tim medis dari Dinas Kesehatan Bengkulu telah dikerahkan ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang membutuhkan.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di zona Samudra Hindia, yang memang dikenal sebagai daerah rawan gempa. Wilayah Bengkulu termasuk dalam zona seismik aktif yang memiliki sejarah gempa bumi besar dalam beberapa dekade terakhir.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai hoaks atau informasi yang belum terverifikasi, dan hanya mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan BMKG. BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di wilayah tersebut dan akan segera menginformasikan jika ada gempa susulan yang signifikan.
Saat ini, proses pendataan kerusakan bangunan dan dampak sosial ekonomi akibat gempa masih berlangsung. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, serta organisasi kemanusiaan dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan awal.
Masyarakat yang rumahnya rusak berat disarankan untuk tinggal sementara di lokasi pengungsian yang telah disiapkan, dengan jaminan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan. Pemerintah juga berencana menyalurkan bantuan dana dan bahan bangunan untuk mempercepat proses perbaikan rumah warga.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






