Viral! Respons Mengejutkan Dedi Mulyadi Saat Disebut Gubernur Lambe Turah Jadi Sorotan, Netizen Auto Salfok

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Dedi Mulyadi tunjukkan sikap santai usai dijuluki Gubernur Lambe Turah saat rapat resmi DPR. (Foto: Instagram.com/@dedimulyadi71)

Gubernur Dedi Mulyadi tunjukkan sikap santai usai dijuluki Gubernur Lambe Turah saat rapat resmi DPR. (Foto: Instagram.com/@dedimulyadi71)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik setelah komentarnya viral dalam rapat Komisi X DPR RI.

Dalam forum resmi tersebut, seorang anggota dewan menyematkan julukan tak biasa kepadanya.

Namun, bukan marah atau tersinggung, Gubernur Dedi Mulyadi justru menanggapinya dengan gaya khasnya yang penuh humor dan ketenangan.

Awal Mula Dedi Mulyadi Dapat Julukan Gubernur Lambe Turah

Gubernur Dedi Mulyadi tunjukkan sikap santai usai dijuluki Gubernur Lambe Turah saat rapat resmi DPR. (Foto: Instagram.com/@dedimulyadi71)
Viral! Respons Mengejutkan Dedi Mulyadi Saat Disebut Gubernur Lambe Turah Jadi Sorotan, Netizen Auto Salfok

Dalam rapat kerja Komisi X DPR RI yang berlangsung di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 21 Mei 2025, suasana yang awalnya berlangsung serius mendadak menjadi riuh dan menarik perhatian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terjadi setelah salah satu anggota Komisi X dari Fraksi PKB, Andi Muawiyah Ramli, melontarkan sebuah julukan tidak biasa kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Di tengah pembahasan, Andi menyebut Dedi dengan sebutan Gubernur Lambe Turah, sebuah istilah yang lazimnya diasosiasikan dengan akun media sosial yang membahas gosip dan isu hangat seputar selebriti.

Pernyataan tersebut sontak mengundang kejutan dari berbagai pihak yang hadir. Pasalnya, forum resmi DPR RI dikenal memiliki aturan dan norma tertentu yang mengatur tata bahasa maupun etika dalam berdiskusi.

Maka ketika istilah seperti Lambe Turah muncul dalam suasana formal, hal itu tentu menjadi perhatian tersendiri.

Banyak yang mengira Gubernur Dedi Mulyadi akan memberikan respons serius, atau bahkan menyampaikan keberatan secara resmi, mengingat konteks ucapan tersebut bisa dianggap sebagai bentuk sindiran atau kritik bernada satir.

Namun reaksi Dedi Mulyadi justru di luar dugaan. Dengan wajah tenang dan nada bicara yang santai, ia menjawab dengan logat Sunda khasnya yang selalu menjadi ciri khas dirinya dalam setiap penampilan publik.

Alih-alih membalas dengan nada tinggi, ia justru menanggapi dengan seloroh ringan, Heeh, ya terus… penting ieu dibéré gelar naon deui waé, cenah aing aya nu méré gelar deui, anggota DPR tadi ka aing nyebutkeun Gubernur Lambe Turah. Keun baé aing mah disebut Gubernur Lambe Turah gé, da rata-rata jalma sok hayang asup ka Lambe Turah.

Ucapannya itu disampaikan dengan logat Sunda yang khas dan penuh canda, yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, kurang lebih berbunyi:

“Iya, terus kenapa? Nggak penting juga dikasih gelar apalagi. Katanya tadi ada yang kasih gelar baru, anggota DPR itu bilang ke saya ‘Gubernur Lambe Turah’. Ya biarin aja, saya mah disebut Gubernur Lambe Turah juga nggak masalah, soalnya kebanyakan orang malah pengin masuk Lambe Turah.”

Pernyataan tersebut tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga langsung disambut dengan gelak tawa dari sejumlah pihak yang berada di ruangan, termasuk para warga yang ikut hadir sebagai undangan dalam forum terbuka tersebut.

Tepuk tangan riuh pun mengiringi tawa yang pecah setelah jawaban tersebut dilontarkan. Dalam situasi yang bisa saja menjadi polemik, Gubernur Dedi Mulyadi justru memilih pendekatan yang jauh lebih ringan dan humoris.

Respons ini memperlihatkan karakter Gubernur Dedi yang tidak mudah terpancing oleh provokasi atau sindiran.

Ia memahami bahwa dalam dunia politik, berbagai label atau komentar bisa datang kapan saja, namun yang terpenting adalah bagaimana cara menyikapinya.

Dengan membalas julukan itu secara santai dan bahkan menjadikan bahan candaan, ia berhasil mengubah potensi tensi menjadi momen yang menghibur. Sikap tersebut pun dinilai banyak pihak sebagai bentuk kedewasaan dan kecerdasan dalam berkomunikasi politik di ruang publik.

Gubernur Dedi Mulyadi Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Julukan Politik

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa gelar atau julukan tidak pernah menjadi hal yang penting baginya. Ia menekankan bahwa yang paling utama adalah menepati janji kepada rakyat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Rekor Baru! Daftar Pemain dengan Kontribusi Gol Terbanyak Piala Dunia 2026 Sepanjang Kompetisi
Daftar Penerima Penghargaan Piala Dunia 2026 Lengkap, Mbappe Sabet Golden Boot dan Rodri Raih Golden Ball
Temuan Material BPK di Kementerian ESDM Jadi Sorotan, DPR Desak Evaluasi dan Perbaikan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi

Senin, 20 Juli 2026 - 17:40 WIB

Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara

Senin, 20 Juli 2026 - 14:16 WIB

Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi

Berita Terbaru