7 Pencegahan Kanker Serviks yang Wajib Diketahui

- Penulis

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

7 Pencegahan Kanker Serviks yang Wajib Diketahui

7 Pencegahan Kanker Serviks yang Wajib Diketahui

Kanker serviks adalah salah satu penyakit paling mematikan yang banyak menyerang wanita di Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Kesehatan RI, setidaknya tercatat terdapat sekitar 15.000 kasus kanker serviks di Indonesia setiap tahunnya. Meskipun menakutkan, pada dasarnya kanker serviks masih dapat kita cegah. Bagaimana pencegahan kanker serviks yang benar? Simak ulasannya berikut ini!

7 Pencegahan Kanker Serviks yang Wajib Diketahui
7 Pencegahan Kanker Serviks yang Wajib Diketahui

Mengenal Kanker Serviks

Sebelum mengetahui pencegahan kanker serviks, sebaiknya kenali lebih dulu apa itu kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim yang merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Serviks atau leher rahim berada di antara vagina dan rahim.

Kanker ini dipicu oleh human papillomavirus (HPV). Meskipun tidak semua wanita dengan HPV dapat mengembangkan kanker serviks, namun jika sudah terkena HPV, artinya Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks. HPV sendiri dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara Mencegah Kanker Serviks

Kanker yang dideteksi sejak dini akan dapat lebih mudah diatasi, tapi lebih bagus lagi jika kanker dapat dicegah sejak awal. Kanker serviks dapat menyerang setiap wanita, sehingga pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks juga seharusnya diketahui oleh setiap wanita.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan kanker serviks yang dapat dilakukan:

1. Pemeriksaan pap smear rutin

Melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin dapat menjadi salah satu cara mencegah kanker serviks.

Pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengambil sampel sel-sel serviks untuk mengetahui ada tidaknya sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker memang belum pasti akan berkembang menjadi kanker, tapi lebih baik jika disingkirkan sejak awal.

Pemeriksaan pap smear seharusnya dilakukan secara rutin setiap 3 tahun oleh wanita usia mulai 21 tahun atau yang sudah aktif secara seksual hingga nanti berusia 65 tahun.

2. Pemeriksaan HPV rutin

Selain pemeriksaan pap smear, tes HPV juga merupakan tes yang penting untuk dilakukan sebagai pencegahan kanker serviks.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kanker serviks berkembang dari HPV. Tes HPV dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dikombinasikan dengan pap smear. Wanita dengan usia di atas 30 tahun disarankan untuk melakkan tes HPV atau HPV dengan pap smear setiap 5 tahun sekali.

3. Mendapatkan vaksin kanker sekviks

Pemicu kanker serviks adalah HPV, sehingga vaksin yang digunakan sebagai pencegahan kanker serviks adalah vaksin HPV.

HPV terdiri lebih dari 100 jenis, namun yang paling banyak menyebabkan kanker serviks terdapat dua jenis yaitu tipe 16 dan 18. Vaksin ini biasanya diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Usia 9-13 tahun adalah yang paling direkomendasikan karena vaksin dianggap lebih efektif bekerja pada sistem imun yang baik di usia tersebut.

Jika terlambat mendapatkan vaksin, wanita masih bisa mendapatkan vaksin ini hingga usia 26 tahun. Namun jika sudah sudah aktif secara seksual, wanita harus lebih dulu melakukan pap smear sebelum mendapatkan vaksin.

Vaksin HPV bukan hanya diperuntukkan bagi wanita saja, tapi juga bagi pria. Vaksin HPV pada pria berfungsi sebagai pencegahan kutil kelamin, kanker penis, kanker anus, dan pencegahan penularan HPV ke pasangan.

4. Hindari hubungan seksual berisiko

Pencegahan kanker serviks yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan menghindari hubungan seksual yang berisiko.

HPV dapat ditularkan melalui hubungan seks, risiko ini tentu akan semakin tinggi jika tidak menggunakan kondom atau jika berganti-ganti pasangan. HPV dapat ditularkan dari berbagai kontak seksual, termasuk juga kontak kulit antara alat kelamin, seks oral, vaginal, seks anal, hingga penggunaan mainan seks.

5. Menghindari rokok

Jika tidak ingin terkena kanker serviks, rokok adalah salah satu yang harus Anda hindari karena rokok adalah salah satu faktor risiko terbesar kanker serviks.

Wanita yang merokok dan menghirup asap rokok memiliki peningkatkan risiko kanker serviks di antara para wanita yang terinfeksi HPV. Risiko semakin meningkatkan pada wanita yang merokok lebih banyak dengan jangka waktu yang lebih lama.

6. Menjaga pola makan

Makanan dengan gizi seimbang dapat menjadi makanan pencegah kanker serviks.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, jangan lupa juga untuk menghindari berbagai makanan yang dapat memicu kanker.

Memperbanyak konsumsi buah dan sayur akan baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan dan dapat menjadi cara mencegah kanker serviks alami. Sedangkan jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya karena dapat memicu kanker adalah seperti makanan tinggi lemak trans, makanan dan minuman olahan yang mengandung pengawet, alkohol, dan masih banyak lagi.

7. Menjaga berat tubuh ideal

Menjaga berat tubuh ideal juga bisa menjadi langkah pencegahan kanker serviks.

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis, termasuk kanker serviks. Sedangkan berat tubuh di bawah ideal juga dapat menurunkan sistem imun yang membuat tubuh juga lebih rentan terhadap penyakit.

Menjaga berat tubuh ideal dapat dilakukan dengan cara menjaga asupan makanan seimbang gizi dan olahraga secara rutin.

Itu dia berbagai cara mencegah kanker serviks yang dapat diterapkan oleh setiap wantia. Kanker serviks dapat menyerang siapa saja, sehingga setiap wanita harus waspada terhadap penyakit satu ini. Menerapkan pola hidup sehat akan sangat membantu pencegahan kanker serviks.

Kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala pada stadium awal dan baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Jangan lupa untuk secara rutin memeriksakan diri agar kanker dapat dideteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan lebih cepat.

Sumber:

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menstruasi Berlebihan Jangan Dianggap Normal! Bisa Jadi Itu Tanda Penyakit Tertentu
Wajib Tahu 7 Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif Lewat HP
Penting! 5 Fakta Menkes Kaget Dokter Kena Bullying
GP+ Medical & Paincare: Klinik Nyeri di Jakarta
Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan
Hari Donor Darah Sedunia 2026: Tema, Makna, dan Cara Berpartisipasi
Rupiah Melemah, Harga Obat Terancam Naik? Ini Penjelasan Kepala BPOM yang Bikin Khawatir!
Waspadai 4 Tanda Vampir Energi Ada di Sekitar Kamu

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:18 WIB

Menstruasi Berlebihan Jangan Dianggap Normal! Bisa Jadi Itu Tanda Penyakit Tertentu

Senin, 29 Juni 2026 - 14:26 WIB

Wajib Tahu 7 Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif Lewat HP

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:56 WIB

Penting! 5 Fakta Menkes Kaget Dokter Kena Bullying

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:50 WIB

GP+ Medical & Paincare: Klinik Nyeri di Jakarta

Senin, 22 Juni 2026 - 19:11 WIB

Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan

Berita Terbaru

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Politik

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:57 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Bencana

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:52 WIB

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Olahraga

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:47 WIB

Skor Spanyol vs Belgia 2-1, Merino Bawa La Roja ke Semifinal

Olahraga

Skor Spanyol vs Belgia 2-1, Merino Bawa La Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:34 WIB

Asosiasi Sepak Bola Argentina Jaga Misi Juara Dunia

Olahraga

Asosiasi Sepak Bola Argentina Jaga Misi Juara Dunia

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:26 WIB