Eri Cahyadi Tolak Pengunduran Diri Admin Medsos Hening, Sebut Kesalahan Bukan Akhir

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eri Cahyadi Tolak Pengunduran Diri Admin Medsos Hening, Sebut Kesalahan Bukan Akhir

Eri Cahyadi Tolak Pengunduran Diri Admin Medsos Hening, Sebut Kesalahan Bukan Akhir

Hening Dzikrillah: Minta Maaf dan Siap Evaluasi Diri

Dalam kesempatan terpisah, Hening Dzikrillah juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial pribadinya.
Ia mengakui bahwa pernyataan dalam rekaman tersebut memang tidak pantas dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di masa mendatang.

Saya menyadari ucapan saya tidak sepatutnya diucapkan, dan saya meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu, tulis Hening.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi karena masih memberikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik Menilai: Keteladanan dalam Menghadapi Krisis

Reaksi masyarakat terhadap cara Eri menyelesaikan persoalan ini sebagian besar positif.
Banyak pihak memuji pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan pembinaan ketimbang hukuman instan.

Sejumlah tokoh muda di Surabaya bahkan menyebut sikap Eri sebagai contoh nyata kepemimpinan inklusif, yang memberi ruang bagi kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.

Anak muda sekarang butuh pemimpin yang bisa mendidik tanpa menghakimi. Tindakan Cak Eri menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati tidak sekadar memerintah, tapi juga menumbuhkan, kata Yusuf Firmansyah, aktivis komunitas pemuda Surabaya.

Menguatkan Budaya Kerja yang Humanis

Eri Cahyadi memang dikenal sebagai pemimpin yang mendorong budaya kerja humanis di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Sejak menjabat, ia kerap menekankan pentingnya empati, gotong royong, dan nilai moral dalam pelayanan publik.

Baginya, menjadi ASN atau staf pemerintahan bukan sekadar bekerja secara administratif, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun karakter bangsa.

Setiap orang bisa salah, tapi tugas kita adalah memastikan mereka bisa memperbaiki diri. Di situ makna kepemimpinan yang sebenarnya, ujarnya dalam berbagai kesempatan.

Konteks Lebih Luas: Manajemen Krisis di Era Media Sosial

Insiden Hening juga membuka diskusi lebih luas mengenai bagaimana pejabat publik mengelola reputasi digital di era keterbukaan informasi.
Keterhubungan langsung antara pejabat dan masyarakat melalui media sosial menciptakan dinamika baru dalam komunikasi publik.

Kesalahan kecil bisa viral dalam hitungan menit. Tapi justru di situlah pemimpin diuji, apakah reaktif atau reflektif, ujar pakar komunikasi publik dari ITS, Dr. Andi Rahman.
Menurutnya, cara Eri menghadapi situasi ini menjadi contoh krisis manajemen yang efektif mengakui kesalahan, menunjukkan empati, dan menegaskan nilai pendidikan moral.

Penutup: Kesalahan Bukan Akhir, Tapi Awal Perbaikan

Kasus Hening Dzikrillah dan respons Eri Cahyadi menjadi potret kepemimpinan yang humanis di tengah tekanan publik digital.
Alih-alih menempuh jalan represif, Eri memilih jalur pembinaan, menolak pengunduran diri bawahannya, dan mengajak seluruh staf belajar dari pengalaman.

Sikap tersebut bukan hanya memperkuat citra positif Wali Kota Surabaya sebagai pemimpin yang bijak, tetapi juga memberikan pesan moral kuat bagi masyarakat: bahwa setiap kesalahan, sekecil apa pun, bisa menjadi batu loncatan menuju kedewasaan.

Yang penting bukan seberapa besar kesalahan, tapi bagaimana seseorang memperbaikinya, tutup Eri Cahyadi.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru