Viral! Istri hingga Tukang Pijat Pejabat Kemenag Diduga Naik Haji Furoda Pakai Fasilitas Negara

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral! Istri hingga Tukang Pijat Pejabat Kemenag Diduga Naik Haji Furoda Pakai Fasilitas Negara

Viral! Istri hingga Tukang Pijat Pejabat Kemenag Diduga Naik Haji Furoda Pakai Fasilitas Negara

Redaksiku.com – Nama Kementerian Agama (Kemenag) kembali jadi sorotan publik. Kali ini bukan soal regulasi atau program baru, melainkan dugaan penyalahgunaan fasilitas negara dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Yang bikin publik kaget, dugaan penyalahgunaan itu gak cuma melibatkan para pejabat, tapi juga keluarga mereka, bahkan orang-orang dekat yang sama sekali gak ada kaitannya dengan urusan negara, seperti pembantu rumah tangga hingga tukang pijat.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, yang selama ini dikenal vokal mengkritisi kasus-kasus korupsi. Ia menyebut kalau ada sejumlah istri pejabat Kemenag yang ikut berangkat haji furoda di tahun 2024 dengan fasilitas negara. Lebih parahnya lagi, fasilitas tersebut juga dinikmati oleh pekerja rumah tangga dan tukang pijat yang dibawa serta oleh keluarga pejabat.

Foto-Foto Jadi Bukti

Dalam keterangannya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025), Boyamin menegaskan kalau temuannya bukan sekadar isu. Ia mengaku sudah mengantongi bukti berupa foto-foto yang menunjukkan keberadaan para pihak tersebut di Tanah Suci dengan fasilitas yang seharusnya hanya untuk kepentingan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga istri-istri pejabat berangkat dengan haji furoda, tapi di sana mendapatkan fasilitas negara untuk akomodasi. Bahkan ada juga pembantu dan tukang pijat yang ikut berangkat. Itu ada fotonya, dan sudah saya serahkan ke KPK, jelas Boyamin.

Pernyataan ini jelas bikin publik geleng-geleng kepala. Pasalnya, fasilitas negara harusnya diprioritaskan untuk kepentingan rakyat luas, bukan untuk kenyamanan keluarga pejabat.

Fokus Utama: Kementerian Agama

Lebih lanjut, Boyamin menegaskan kalau dugaan keterlibatan paling banyak memang berasal dari lingkungan Kemenag. Soal kemungkinan adanya anggota DPR yang ikut menikmati fasilitas ini, ia masih belum bisa memastikan karena minim bukti visual.

Kementerian Agama yang paling banyak. Kalau untuk DPR ada informasi, tapi belum valid karena belum ada fotonya, ujarnya.

Dengan kata lain, fokus utama kasus ini tetap mengarah ke internal Kemenag, meski bukan menutup kemungkinan ada pihak lain yang juga ikut bermain.

Viral! Istri hingga Tukang Pijat Pejabat Kemenag Diduga Naik Haji Furoda Pakai Fasilitas Negara
Viral! Istri hingga Tukang Pijat Pejabat Kemenag Diduga Naik Haji Furoda Pakai Fasilitas Negara

Jumlahnya Memang Sedikit, Tapi Masalahnya Besar

Dalam catatan Boyamin, jumlah istri pejabat Kemenag yang menerima fasilitas haji furoda ini berkisar antara lima sampai sepuluh orang. Secara angka mungkin terlihat gak banyak, tapi tetap aja ini jadi masalah serius.

Dari catatan saya, ada lima sampai sepuluh. Tidak terlalu banyak, tapi sudah cukup menjadi masalah. Untuk detailnya biarlah KPK yang mengusut, tegasnya.

Ia menekankan bahwa sekecil apapun penyalahgunaan fasilitas negara, apalagi untuk urusan ibadah yang sakral seperti haji, tetap gak bisa ditoleransi.

KPK Sudah Turun Tangan

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 20232024 memang sudah lama jadi perhatian publik. KPK juga gak tinggal diam. Sebagai langkah awal, KPK sudah melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap tiga orang yang dianggap punya keterkaitan erat dengan kasus ini, yaitu:

  • Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ),

  • Eks Staf Khusus Menag Ishfah Abdul Aziz (IAA),

  • Pihak travel Fuad Hasan Masyhur (FHM).

Pencegahan ini berlaku selama enam bulan ke depan. Artinya, ketiga orang tersebut tidak bisa bepergian ke luar negeri selama masa penyelidikan berlangsung.

Sengkarut Penyelenggaraan Haji

Boyamin menilai, temuan soal istri pejabat hingga tukang pijat yang diduga ikut menikmati fasilitas haji furoda ini hanyalah puncak gunung es. Menurutnya, kasus ini makin menegaskan bahwa penyelenggaraan haji di tahun 2024 penuh dengan masalah yang butuh diurai tuntas.

Ini makin menunjukkan adanya sengkarut dalam pelaksanaan haji di era Menag Yaqut, pungkasnya.

Dengan kata lain, ada indikasi kuat bahwa tata kelola kuota haji, terutama kuota tambahan, belum berjalan transparan dan masih rawan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Reaksi Publik: Kecewa tapi Gak Kaget

Begitu berita ini mencuat, warganet langsung ramai memberikan tanggapan di media sosial. Banyak yang mengaku kecewa berat, tapi ada juga yang bilang sudah gak kaget lagi. Menurut mereka, isu penyalahgunaan fasilitas negara oleh pejabat sudah jadi cerita lama yang terus berulang.

Lagi-lagi fasilitas negara dipakai buat kepentingan pribadi. Sedih, haji yang harusnya ibadah suci malah dicemari, tulis seorang pengguna X.

Bahkan tukang pijat aja bisa ikut haji pake fasilitas negara, terus rakyat biasa gimana? Padahal daftar tunggu haji reguler bisa puluhan tahun, komentar lainnya.

Respon semacam ini nunjukkin kalau masyarakat makin kritis dan gak segan bersuara lantang soal isu-isu ketidakadilan, apalagi yang berkaitan dengan ibadah besar seperti haji.

Harapan untuk Transparansi

Kasus ini diharapkan bisa jadi momentum untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan haji di Indonesia. Mulai dari distribusi kuota, penggunaan anggaran, sampai pengawasan terhadap pejabat dan pihak terkait harus diperketat. Jangan sampai ada lagi celah bagi pihak-pihak tertentu untuk nebeng fasilitas negara demi kepentingan pribadi.

Banyak pihak juga mendesak KPK agar bekerja transparan dan mengungkap siapa saja nama-nama pejabat yang terbukti menyalahgunakan fasilitas haji furoda ini. Dengan begitu, publik bisa tahu siapa yang benar-benar bertanggung jawab.

Penutup: Ujian Integritas

Kasus dugaan istri pejabat hingga tukang pijat ikut haji furoda dengan fasilitas negara ini memang bikin publik miris. Ibadah haji yang seharusnya jadi momen sakral justru tercoreng dengan praktik dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Skandal ini juga jadi ujian integritas bagi Kemenag dan aparat penegak hukum. Masyarakat tentu berharap ada langkah tegas, bukan sekadar wacana atau janji penyelidikan. Karena tanpa tindakan nyata, kepercayaan publik akan makin terkikis.

Pada akhirnya, haji adalah ibadah yang memerlukan keikhlasan, bukan sekadar soal fasilitas mewah. Dan kalau benar fasilitas negara dipakai buat kepentingan segelintir orang, itu bukan cuma melanggar hukum, tapi juga menciderai nilai spiritual yang ada dalam ibadah itu sendiri.

 

Berita Terkait

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat
Richard Lee Hadapi Sidang Pembuktian, Ini Fakta Terbaru Perkaranya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Meriah! Konvoi Merah Putih di Barru, Kapolres Kawal Langsung

Internasional

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:40 WIB