Dua Pekerja PLTA Nepal Selamat Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja PLTA Nepal — Tim penyelamat mengevakuasi dua pekerja PLTA Trishuli 3A yang selamat setelah terjebak sembilan hari di terowongan.

Dua pekerja PLTA berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah terjebak selama sembilan hari di dalam terowongan akibat banjir bandang.

Redaksiku.com – Tim penyelamat di Nepal berhasil mengeluarkan dua pekerja dalam kondisi selamat dari terowongan Pembangkit Listrik Tenaga Air Trishuli 3A pada Jumat. Kedua pekerja yang bertugas sebagai foreman mekanis dan supervisor mekanis tersebut berhasil dievakuasi setelah terjebak selama sembilan hari di dalam terowongan bawah tanah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Bencana alam besar yang diduga dipicu oleh runtuhnya gletser di dekat perbatasan Nepal dan China itu merusak pemukiman warga serta fasilitas vital sejak Rabu, 26 Agustus 2026. Penyelamatan dramatis ini memberikan secercah harapan baru bagi ratusan pekerja lain yang diperkirakan masih terperangkap di dalam jaringan terowongan proyek hidroelektrik di wilayah tersebut, di tengah upaya pencarian yang terus digenjot oleh petugas gabungan.

Suara dari Dalam Terowongan Menjadi Petunjuk Awal Evakuasi

Proses penyelamatan mengalami kemajuan yang sangat signifikan ketika tim penyelamat mendengar suara-suara dari dalam terowongan pada Jumat pagi. Berdasarkan laporan dari Times of India, Kepala Kepolisian Distrik Nuwakot, Bipin Regmi, menyatakan bahwa konfirmasi adanya tanda kehidupan tersebut langsung memandu petugas untuk mempersempit area pencarian dan menuju lokasi kedua pekerja yang terjebak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru bicara Angkatan Darat Nepal, Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet, kemudian mengonfirmasi keberhasilan evakuasi pekerja pertama dari dalam terowongan proyek tersebut. Tidak lama berselang, anggota parlemen Nepal, Shri Ram Neupane, mengumumkan lewat akun media sosial miliknya bahwa pekerja kedua juga berhasil dikeluarkan dalam keadaan bernyawa. Untuk menjangkau para korban, petugas terpaksa melakukan pengeboran khusus pada terowongan yang membentang sepanjang lebih dari empat kilometer.

Tim penyelamat berhasil mendengar suara dari dalam terowongan yang memandu mereka menemukan dua pekerja setelah terjebak selama sembilan hari.

Kondisi Pekerja Stabil dan Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit

Rekaman video di lokasi kejadian menunjukkan momen mengharukan ketika tim penyelamat menarik salah satu korban melalui lubang kecil di tanah yang telah dibor. Pekerja yang sekujur tubuhnya dipenuhi lumpur tebal tersebut kemudian digendong di bahu petugas sebelum mendapatkan pemeriksaan medis awal di posko darurat. Kedua pria itu dinyatakan berada dalam kondisi yang cukup stabil dan langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Kathmandu.

Rasa haru, isak tangis, dan kelegaan mendalam dirasakan oleh keluarga korban setelah mendapatkan kepastian resmi mengenai keselamatan anggota keluarga mereka. “Aku tidak bisa menjelaskan apa yang kami rasakan saat ini. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan,” ujar Amir Maharjan, saudara dari salah satu pekerja bernama Kabir Maharjan.

Dua Pekerja PLTA Nepal Selamat Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan

“Kami tidak bisa makan atau minum dengan tenang selama 10 hari. Kami sangat takut. Sekarang kami semua bahagia, bahkan kami sampai menangis.”

— Hirashova

Sekitar 557 pekerja masih dinyatakan hilang dari proyek PLTA Trishuli 3A akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Ratusan Pekerja Lain Masih Hilang di Tengah Kehancuran Bencana

Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Daya Independen Nepal yang dilansir oleh CBS News, situasi di lapangan masih sangat memprihatinkan karena ratusan orang belum ditemukan. Situasi darurat ini mencakup beberapa poin penting mengenai skala kerusakan dan korban:

  • Sekitar 557 pekerja masih hilang dari proyek PLTA Trishuli 3A, dengan sekitar 115 orang diperkirakan terperangkap di dalam terowongan utama.
  • Otoritas lokal mencatat total sekitar 900 pekerja hilang dari 12 proyek hidroelektrik berbeda di seluruh wilayah Nepal.
  • Para pekerja yang belum ditemukan tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Nepal, China, Korea Selatan, dan India.
  • Badan Manajemen Bencana Nepal melaporkan sedikitnya 1.259 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang masih hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor nasional.
  • Pihak berwenang China turut melaporkan 21 orang tewas dan 541 orang hilang di wilayah Tibet yang berbatasan langsung dengan Nepal.

Dua Pekerja PLTA Nepal Selamat Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan

Menteri Komunikasi Nepal, Bikram Timilsina, menyampaikan optimisme yang kuat dari pihak pemerintah bahwa operasi penyelamatan akan terus membuahkan hasil positif. Petugas penyelamat gabungan kini terus melanjutkan misi evakuasi serta pemulihan infrastruktur di daerah-daerah yang paling parah terdampak bencana, termasuk distrik Chitwan, Nawalparasi, Nuwakot, dan Rasuwa.

Pertanyaan Umum

Berapa lama pekerja terjebak di dalam terowongan PLTA Trishuli 3A?

Kedua pekerja tersebut terjebak di dalam terowongan bawah tanah selama sembilan hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Jumat.

Bagaimana tim penyelamat bisa menemukan lokasi pekerja yang terjebak?

Penyelamatan bermula ketika tim penyelamat mendengar suara-suara dari dalam terowongan pada Jumat pagi, yang kemudian dikonfirmasi oleh kepolisian setempat sebagai tanda adanya kehidupan.

Dari mana saja asal para pekerja yang hilang akibat bencana di Nepal?

Para pekerja yang belum ditemukan berasal dari beberapa negara berbeda, termasuk Nepal, China, Korea Selatan, dan India yang bekerja di berbagai proyek hidroelektrik.

Ringkasan

Dua pekerja PLTA Trishuli 3A di Nepal berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah terjebak selama sembilan hari di dalam terowongan akibat banjir bandang dan tanah longsor. Keberhasilan evakuasi ini berawal dari suara yang terdengar dari dalam terowongan, yang memandu tim penyelamat melakukan pengeboran khusus untuk mengeluarkan korban.

Kedua korban yang merupakan supervisor dan foreman mekanis langsung diterbangkan ke rumah sakit di Kathmandu dengan kondisi stabil. Meskipun demikian, operasi pencarian masih terus berlanjut karena ratusan pekerja lainnya, termasuk dari proyek hidroelektrik tersebut, masih dinyatakan hilang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modal Asing Masuk Rp131,1 Triliun, SBN Jadi Primadona di 2026
Dugaan Keracunan di 88 Seoul, Pemkot Bandung Periksa Sanitasi Dapur
Truk Kecelakaan Tunggal di Jalan Sentani-Depapre, Satu Tewas
PLN Journalist Awards 2026 Dibuka: Cek Kategori dan Jadwalnya
Pemerintah Siapkan Proyek Giant Sea Wall 575 Km Mulai 2027
Pre-order NVIDIA RTX Spark: PC ARM untuk Gaming 1440p 100 FPS
Modifikasi Kawasaki Z900RS CAFE dengan Aksesori Billet Baby Face
Bupati Puncak Elvis Tabuni Beri Bantuan Rp200 Juta ke Gereja Kingmi

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Modal Asing Masuk Rp131,1 Triliun, SBN Jadi Primadona di 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Truk Kecelakaan Tunggal di Jalan Sentani-Depapre, Satu Tewas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:29 WIB

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka: Cek Kategori dan Jadwalnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pemerintah Siapkan Proyek Giant Sea Wall 575 Km Mulai 2027

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Pre-order NVIDIA RTX Spark: PC ARM untuk Gaming 1440p 100 FPS

Berita Terbaru

Kantor Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (Foto: Redaksiku.com)

Lowongan Kerja

BURUAN! Desa Lasitae Buka Lowongan Perangkat Desa, Cek Syaratnya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 01:12 WIB

Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di San Diego setelah menyelesaikan penugasan selama 322 hari.

US and Israeli Attack on Iran (2026)

USS Abraham Lincoln Kembali dari Penugasan 11 Bulan di Laut

Jumat, 9 Okt 2026 - 19:17 WIB

error: Content is protected !!