Redaksiku.com – Video berdurasi pendek yang diunggah oleh akun @basithggwp di TikTok pada Selasa (8/10/2025) itu memperlihatkan momen unik dan lucu dalam acara bimbingan perkawinan (bimwin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Bandung Kidul, Kota Bandung.
Alih-alih suasana tegang atau penuh nasihat berat seperti biasanya, kali ini para calon pengantin justru tampak ceria dan interaktif, mengikuti gerakan Tepuk Huha versi baru dari tepuk tangan khas kegiatan pernikahan yang disebut-sebut sebagai pengganti Tepuk Sakinah.
Momen Lucu: Calon Pengantin Kompak Lakukan Tepuk Huha
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu, terlihat beberapa pasangan calon pengantin duduk berhadapan, mengikuti aba-aba dari seorang pemandu yang berdiri di depan ruangan.
Dengan penuh semangat, mereka menepuk tangan, paha, dan lutut sambil tertawa mengikuti irama yang terdengar sangat riang.
Gerakan mereka pun diiringi aba-aba yang sudah jadi ikon baru dunia maya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tutup buka, tutup buka, tepuk di pangkuan, boo boo!
Sambil tertawa ha ha, sambil tertawa ha ha ha!
Suasana ruangan terlihat cair, penuh tawa, dan jauh dari kesan kaku yang biasanya identik dengan bimbingan nikah.
Unggahan tersebut diberi caption kocak oleh pengunggah:
Selain Tepuk Sakinah, yang mau nikah udah siap dengan Tepuk Huha ini?
Tak butuh waktu lama, video itu langsung viral dan dibanjiri komentar ribuan netizen yang mengaku terhibur sekaligus tak menyangka bahwa kegiatan bimwin bisa sekreatif itu.
Netizen: Lucu Banget, Tapi Kok Bikin Geli Juga!
Kolom komentar di video tersebut sontak ramai dengan berbagai tanggapan dari pengguna TikTok.
Mayoritas netizen menilai momen itu menggemaskan dan menyegarkan, apalagi di tengah citra KUA yang sering dianggap terlalu formal atau kaku.
Lucu banget, KUA sekarang makin interaktif. Bimbingan nikahnya gak tegang-tegang amat, tulis salah satu pengguna.
Kayak tepuk pramuka tapi versi mau nikah! tambah netizen lain dengan emoji tertawa.
Tak sedikit juga yang mengaku geli tapi tetap salut dengan ide kreatif itu.
Bisa-bisanya ada Tepuk Huha, hahaha. Bimbingan nikahnya berasa kelas motivasi lucu, komentar seorang warganet.
Meski terlihat sederhana, banyak yang menilai bahwa metode seperti ini efektif untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan semangat kebersamaan antar calon pengantin.

Dari Tepuk Sakinah ke Tepuk Huha: Kreativitas ala KUA Bandung
Selama ini, bimbingan perkawinan di KUA dikenal punya aktivitas khas seperti Tepuk Sakinah, yang biasanya dilakukan untuk memotivasi pasangan calon pengantin agar membangun rumah tangga yang damai dan penuh kasih.
Namun kini, versi upgrade-nya hadir dengan sentuhan lebih ringan dan kekinian: Tepuk Huha.
Meski terdengar lucu, ternyata tujuan dari kegiatan ini tetap sama, yakni menanamkan semangat positif dan keceriaan menjelang pernikahan.
KUA Bandung Kidul tampaknya ingin menepis kesan bahwa bimbingan nikah hanyalah sesi serius penuh teori.
Sekarang zamannya generasi muda yang menikah. Kalau suasananya terlalu tegang, justru gak nyantol pesannya. Jadi kami ubah pendekatannya supaya fun tapi tetap bermakna, ujar salah satu petugas KUA yang dikutip dari komentar netizen yang mengaku hadir di lokasi.
Edukasi Nikah Kini Lebih Santai dan Interaktif
Kementerian Agama (Kemenag) memang sudah lama mendorong agar kegiatan bimbingan perkawinan (bimwin) dibuat lebih modern dan dekat dengan generasi muda.
Salah satu tujuannya adalah mengurangi angka perceraian dengan memberikan edukasi pernikahan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga menyenangkan.
Berdasarkan data Kemenag, banyak pasangan muda yang mengalami konflik rumah tangga di tahun-tahun awal pernikahan karena kurang memahami aspek komunikasi dan kesiapan mental.
Dengan format yang lebih ringan seperti Tepuk Huha, para calon pengantin bisa belajar sambil tertawa menciptakan pengalaman yang lebih membekas.
Kadang hal-hal kecil seperti ini bisa membuat pasangan merasa lebih dekat dan saling terbuka. Dari tawa kecil, bisa tumbuh rasa nyaman yang penting buat pernikahan, kata salah satu peserta yang diwawancarai oleh akun lain di kolom komentar.
Respons Positif dari Publik dan Pegiat Pernikahan
Video ini tidak hanya ditonton oleh masyarakat umum, tetapi juga menarik perhatian para konselor pernikahan dan pegiat edukasi keluarga muda.
Mereka menganggap Tepuk Huha sebagai contoh inovasi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan karakter anak muda zaman sekarang.
Generasi sekarang butuh pendekatan yang beda. Mereka lebih responsif terhadap hal-hal yang lucu, ringan, tapi punya makna. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mencairkan suasana, ujar salah satu konselor pernikahan yang mengomentari video tersebut.
Beberapa warganet bahkan berharap agar KUA di kota lain ikut meniru konsep ini.
Coba KUA tempat gue juga bikin yang seru-seru kayak gini. Biar gak ngantuk pas bimbingan, tulis seorang pengguna di kolom komentar.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






