Kenapa Isu Upah Sangat Krusial?
Bicara soal upah, isu ini memang jadi sorotan utama setiap kali aksi buruh digelar. Dengan inflasi yang terus meningkat, kebutuhan hidup sehari-hari pun makin tinggi. Buruh merasa bahwa kenaikan upah minimum bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak agar mereka bisa bertahan hidup dengan layak.
Di sisi lain, banyak perusahaan beralasan kenaikan upah bisa memberatkan. Namun bagi buruh, tanpa upah yang cukup, roda produksi pun tidak akan berjalan optimal karena kesejahteraan pekerja tidak terjamin.
Outsourcing Masih Jadi PR Besar
Sistem outsourcing juga masih jadi masalah klasik. Bagi banyak buruh, sistem ini membuat mereka bekerja tanpa kepastian, dengan kontrak jangka pendek, dan minim perlindungan. Padahal, banyak pekerjaan inti di perusahaan besar yang justru dilakukan oleh pekerja outsourcing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, mereka menilai sistem ini harus dihapus, atau minimal dibatasi ketat sesuai aturan MK.
Pajak yang Lebih Adil untuk Pekerja
Reformasi pajak juga tidak kalah penting. Bayangkan, buruh yang hanya menerima gaji pas-pasan masih harus membayar pajak dari THR atau pesangon. Padahal, uang itu sejatinya adalah hak penuh mereka.
Dengan menaikkan PTKP menjadi Rp 7,5 juta, diharapkan para pekerja bisa sedikit lebih lega dan punya daya beli yang lebih baik.
Penantian Panjang UU Ketenagakerjaan
Satu lagi yang sangat disorot adalah UU Ketenagakerjaan. Setelah putusan MK keluar tahun lalu, sudah semestinya DPR dan pemerintah bergerak cepat. Namun menurut buruh, hingga kini belum ada langkah konkret.
Padahal, aturan baru ini sangat penting untuk menyesuaikan kondisi ketenagakerjaan yang terus berubah, terutama dengan adanya tren pekerja digital dan perubahan pola kerja pasca pandemi.
Buruh, Demokrasi, dan Masa Depan
Aksi 28 Agustus nanti jelas akan jadi catatan penting dalam perjalanan gerakan buruh Indonesia. Dengan massa yang besar, isu yang jelas, dan tuntutan yang terukur, aksi ini diharapkan bisa membuka mata para pembuat kebijakan.
Buruh bukan hanya mesin produksi, tapi juga manusia dengan hak yang harus dijaga. Kehadiran mereka di jalanan adalah wujud nyata dari demokrasi yang hidup, di mana suara rakyat bisa didengar langsung.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.