Bjorka Kembali Beraksi, Diduga Bocorkan Data 341 Ribu Anggota Polri

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bjorka Kembali Beraksi, Diduga Bocorkan Data 341 Ribu Anggota Polri

Bjorka Kembali Beraksi, Diduga Bocorkan Data 341 Ribu Anggota Polri

Redaksiku.com – Nama peretas misterius Bjorka kembali mencuat ke permukaan dan membuat jagat maya heboh.

Setelah beberapa waktu lalu pihak kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial WFT yang diduga berada di balik identitas Bjorka, kini muncul klaim mengejutkan. Hacker dengan nama samaran yang sama itu justru muncul kembali dan mengaku telah membocorkan data pribadi lebih dari 341 ribu anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Peristiwa ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah kabar penangkapan WFT ramai diberitakan. Melalui kanal pribadinya di internet, Bjorka mempublikasikan kumpulan data besar yang berisi informasi detail personel Polri. Aksi ini sontak menjadi topik panas di dunia maya dan memunculkan kembali perdebatan soal keamanan siber di Indonesia.

Teguh Aprianto, pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia sekaligus pakar keamanan siber, menjadi salah satu yang pertama kali menyoroti kebocoran tersebut. Dalam unggahan di akun X (Twitter) miliknya, Teguh menyebut data yang diunggah Bjorka berisi informasi lengkap para personel Polri, termasuk nama, pangkat, satuan tugas, lokasi penugasan, nomor ponsel, hingga alamat email pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal yang ditangkap itu cuma peniru, tulis Teguh di media sosialnya pada Minggu (5/10/2025).
Bjorka lalu merespons dengan merilis 341 ribu data pribadi anggota Polri, termasuk nama lengkap, pangkat, tempat bertugas, nomor HP, dan email, tambahnya.

Data Lama, Tapi Tetap Berbahaya

Meski kebocoran ini ramai dibicarakan publik, Teguh menjelaskan bahwa data yang dirilis bukanlah data baru. Menurut analisis awal, informasi yang diunggah Bjorka merupakan data lama yang dikumpulkan sekitar tahun 2016. Bahkan, sebagian besar nama dalam daftar tersebut dikabarkan sudah tidak lagi aktif sebagai anggota Polri, karena telah pensiun.

Kendati demikian, fakta bahwa data internal kepolisian bisa bocor ke publik tetap memunculkan pertanyaan besar. Banyak pihak menilai, apa yang dilakukan Bjorka bukan sekadar serangan acak, melainkan bentuk kritik terhadap lemahnya sistem keamanan digital institusi pemerintahan.

Dugaan Motif dan Pesan di Balik Aksi Bjorka

Sejak kemunculannya beberapa tahun lalu, Bjorka dikenal sering membocorkan data penting milik lembaga-lembaga negara. Ia kerap memposisikan dirinya sebagai sosok pengingat bagi pemerintah agar lebih serius melindungi data publik. Namun, motif sebenarnya masih menjadi misteri.

Aksi terbarunya terhadap Polri diduga menjadi bentuk reaksi terhadap penangkapan WFT. Publik menduga, peretas ini ingin menegaskan bahwa dirinya masih bebas dan bukanlah orang yang telah ditangkap polisi. Dengan membocorkan data dalam skala besar, Bjorka seolah ingin menunjukkan eksistensinya sekaligus membalas tindakan aparat.

Sejumlah pengamat keamanan siber menyebut aksi seperti ini sebagai bentuk hacktivism peretasan yang dilakukan untuk menyampaikan pesan politik atau sosial. Dalam kasus Bjorka, pesannya tampak jelas: sistem keamanan data pemerintah dinilai terlalu mudah ditembus.

Bjorka Kembali Beraksi, Diduga Bocorkan Data 341 Ribu Anggota Polri
Bjorka Kembali Beraksi, Diduga Bocorkan Data 341 Ribu Anggota Polri

Dampak dan Kekhawatiran yang Muncul

Kebocoran data ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, terutama di kalangan aparat kepolisian. Informasi pribadi seperti nomor ponsel, alamat email, dan lokasi tugas bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Pakar hukum siber menilai, data seperti ini bisa berpotensi digunakan untuk penipuan, pemerasan, atau bahkan ancaman keamanan terhadap individu yang tercantum di dalamnya. Meskipun sebagian data disebut sudah usang, publik tetap menilai pemerintah harus bergerak cepat memperkuat sistem perlindungan data nasional.

Selain itu, kebocoran ini juga menyoroti lemahnya koordinasi antar lembaga dalam menjaga kerahasiaan data sensitif. Jika benar data yang bocor berasal dari sistem internal lama, berarti masih ada celah yang belum tertutup, dan kemungkinan peretasan ulang di masa depan tetap terbuka.

Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Sementara itu, pihak Polri menyatakan masih terus menelusuri asal kebocoran dan memastikan apakah data tersebut memang valid atau hasil manipulasi. Tim siber juga sedang melakukan verifikasi terhadap sumber data dan memeriksa berbagai kemungkinan, termasuk apakah kebocoran berasal dari pihak internal atau serangan eksternal.

Kepolisian menegaskan bahwa penangkapan WFT tidak menghentikan proses penyelidikan terhadap identitas asli Bjorka. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah akun atau kanal yang mengunggah data tersebut benar-benar dikendalikan oleh sosok Bjorka yang selama ini dikenal publik.

Meski demikian, kejadian ini memperkuat dugaan bahwa Bjorka bukan hanya satu orang, melainkan jaringan peretas dengan kemampuan tinggi yang bekerja secara terorganisir. Pandangan ini muncul karena setiap kali muncul tindakan penangkapan, selalu ada akun baru yang kembali aktif dan mengklaim sebagai Bjorka.

Reaksi Publik dan Dunia Maya

Publik di media sosial ramai membahas insiden ini. Banyak yang mengecam tindakan peretasan karena dianggap melanggar privasi dan mengancam keamanan nasional. Namun, tak sedikit pula yang menilai aksi Bjorka merupakan tamparan keras bagi pemerintah agar lebih serius memperbaiki sistem keamanan digital.

Beberapa netizen bahkan menyindir bahwa setiap kali ada pengumuman penangkapan Bjorka palsu, hacker aslinya selalu muncul dan memberikan bukti bahwa dirinya masih bebas. Fenomena ini menambah lapisan misteri seputar identitas sang peretas.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya
Tak Sampai Sepekan, Polisi Barru Ringkus Maling Peresah Warga
Pemadaman Lampu di Jakarta 13 Juni 2026 Digelar Serentak, Cek Lokasi Terdampak dan Detail Jamnya
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Massa Berangkat dari Kampus
Siap Digelar! BTN Jakarta International Marathon 2026 Pecahkan Rekor Peserta, Jakarta Jadi Sorotan Asia
Kapan Tahun Baru Islam 2026? Cek Jadwal dan Makna 1 Muharram 1448 H
Aksi “Indonesia Bangkrut” Ricuh? Mahasiswa UI & UNJ Terhambat Menuju Lokasi
Nama Terseret Isu Bea Cukai, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:15 WIB

Tak Sampai Sepekan, Polisi Barru Ringkus Maling Peresah Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:07 WIB

Pemadaman Lampu di Jakarta 13 Juni 2026 Digelar Serentak, Cek Lokasi Terdampak dan Detail Jamnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:38 WIB

BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Massa Berangkat dari Kampus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:58 WIB

Siap Digelar! BTN Jakarta International Marathon 2026 Pecahkan Rekor Peserta, Jakarta Jadi Sorotan Asia

Berita Terbaru

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polisi Bersihkan Masjid di Sejumlah Kecamatan di Barru

Internasional

Sambut Hari Bhayangkara, Polisi Barru Bersih-Bersih Masjid

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:05 WIB

Rahasia Rambut Panjang Tetap Rapi

Life Style

4 Rahasia Rambut Panjang Tetap Rapi Saat Memakai Helm

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:38 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dlivetotobet WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66livetotobet
Dilindungi Oleh
Shield Security